Jurnal Agriment 5(2): 73-81,2020 73 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PEMUPUKAN KELAPA SAWIT DI PT. WIRA INOVA NUSANTARA DESA SUSUK DALAM KECAMATAN SANDARAN KABUPATEN KUTAI TIMUR PROVINSI KALIMANTAN TIMUR FACTORS AFFECTING THE WORK PRODUCTIVITY OF OIL FERTILIZER EMPLOYEES AT PT. WIRA INOVA NUSANTARA VILLAGE SUSUK DALAM SANDARAN DISTRICT KUTAI TIMUR DISTRICT, EAST KALIMANTAN PROVINCE Gilas Arianto * 1 , Mujibu Rahman 1 , Jamaluddin 1 1 Politeknik Pertanian Negeri Samarinda, Kampus Gunung Panjang, Jl. Samratulangi, Samarinda, Indonesia gilasari24@gmail.com ABSTRACT This research is motivated by the importance of fertilization in order to increase sufficient nutrients, promote healthy plant growth and maximum production of Fresh Fruit Bunches and increase resistance to pests and diseases. This is what encourages researchers to analyze what factors affect the work productivity of oil palm fertilizing employees. Therefore, the purpose of this study is to analyze the factors of age, years of service, and education on the work productivity of fertilizing employees. Collecting data in this study is by giving questionnaires and interviews to the respondents. The independent variables in this study are Age (X1), Working Period (X2), and Education (X3) and the Bound Variable is Productivity (Y). To determine the effect of independent variables on dependent variables, researchers used the multiple linear regression method. From the t test results indicate that the labor productivity of fertilizing employees at PT. Wira Inova Nusantara was significantly influenced by tenure factors, while age and education did not have a significant effect on labor productivity of fertilizing employees at PT. Wira Inova Nusantara. Keywords: Age, Education, Productivity, Working Period. PENDAHULUAN Pertanian merupakan sektor ekonomi yang tangguh dalam menghadapi perkembangan ekonomi dunia. Salah satu subsektor penting dari sektor pertanian adalah perkebunan yang memiliki beberapa komoditas, ada beberapa komoditas yang memberikan kontribusi besar bagi negara diantaranya karet, kopi, kakao, kelapa dan kelapa sawit. Inilah pemicu berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta ingin mengembangkan perkebunan kelapa sawit dalam skala besar dan dirancangkan dengan baik (Badrun, 2006). Kelapa sawit merupakan komoditas perkebunan penting karena kelapa sawit merupakan bahan baku industri sekaligus komoditas ekspor. Minyak kelapa sawit merupakan sumber bahan baku biodiesel, pangan maupun non pangan (Pardamean, 2011). Pemupukan merupakan faktor yang sangat penting untuk meningkatkan produksi. Pemupukan pada tanaman kelapa sawit harus dapat menjamin pertumbuhan vegetatif dan generatif yang normal sehingga dapat memberikan produksi Tandan Buah Segar (TBS) yang optimal serta menghasilkan minyak sawit mentah yang tinggi baik kualitas maupun kuantitas (Adiwiganda, 2007). Pemupukan kelapa sawit bertujuan untuk menambah unsur-unsur hara yang kurang atau tidak tersedia di dalam tanah, yang mana unsur hara tersebut diperlukan oleh tanaman untuk pertumbuhan vegetatif dan generatif agar didapatkan tandan buah segar yang optimal. Pemupukan juga merupakan suatu upaya untuk menyediakan unsur hara yang cukup guna mendorong pertumbuhan vegetatif yang sehat dan produksi TBS hingga mencapai produktivitas maksimum, Sutarta dan Winarna (2002)