23 JEBI Vol.04, No.02,pp.23-27 PENGARUH PENDIDIKAN DAN UPAH TERHADAP TINGKAT PENGANGGURAN DI KABUPATEN SUMBAWA TAHUN 2006-2017 ABSTRAK 1 DWI NURHASANAH, 2 FAHLIA, 3 ABDUL HADI ILMAN 1 Program Studi Ekonomi Pembanguanan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Teknologi Sumbawa *) e- mail: fdwi.nurhasanah03@gmail.com, fahlia@uts.ac.id, abdul.hadi.ilman@uts.ac.id Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh pendidikan terhadap tingkat pengangguran di Kabupaten sumbawa, (2) pengaruh upah terhadap tingkat pengangguran di Kabupaten sumbawa, (3) pengaruh pendidikan dan upah terhadap tingkat pengangguran di Kabupaten Sumbawa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif karena data yang didapat berhubungan dengan angka dan menggunakan data time series berupa data tahunan dari tahun 2006-2017. Dalam penelitian ini alat anlisis yang digunakan yaitu analisis regresi berganda dengan menggunakan alat pengolahan data program STATA. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) tidak teedapat pengaruh signifikan pendidikan terhadap tingkat pengangguran di Kabupaten sumbawa, (2) terdapat pengaruh signifikan upah terhadap tingkat pengangguran di Kabupaten Sumbawa, (3) pendidikan dan upah secara simultan berpengaruh terhadap tingkat pengangguran di Kabupaten Sumbawa. Hal ini ditunjukkan dengan nilai alpha 5% atau sebesar 0.05. Kata kunci: pendidikan, upah, tingkat pengangguran. Pendahuluan Negara dibentuk untuk mencapai tujuannya yaitu menyejahterakan setiap warganya untuk mencapai misi dan tujuan bernegara ini, pemilik negara (seluruh rakyat) memilih dan menunjuk penyelenggara negara, yang terdiri dari eksekutif (pemerintah), legislatif (parlemen) dan yudikatif (penyelenggara kekuasaan kehakiman). Dari ketiga kelompok penyelenggara tersebut, pemerintah adalah penyelenggara negara yang langsung berhubungan dengan kegiatan masyarakat sehari-hari. Pemerintah di negara manapun mempunyai peranan penting dan strategis dalam penyelenggaraan kehidupan bernegara. Penyelenggaraan kehidupan bernegara bertujuan untuk mencapai tujuan bernegara, yakni untuk melindungi dan meningkatkan kualitas kehidupan dan kesejahteraan semua warganya. (Henry Faizal Noor, 2015) Indonesia merupakan negara berkembang dimana terdapat berbagai permasalahan yang sulit diatasi terutama masalah sosial ekonomi. Sehubungan dengan hal tersebut di antara permasalahan yang timbul ke permukaan berkaitan dengan pesatnya pertumbuhan penduduk, yaitu ketidakseimbangan antara pertumbuhan lapangan pekerjaan dengan semakin bertambahnya tenaga kerja setiap tahunnya. Hal itu akan menimbulkan kelebihan penawaran tenaga kerja dari pada permintaannya, sehingga memunculkan fenomena pengangguran. Di satu sisi, pengangguran menunjukkan adanya selisih antara permintaan (demand for labor) dan penawaran tenaga kerja (supply of labor) dalam suatu perekonomian (Yustika, 2005). Pengangguran merupakan salah satu masalah yang dihadapi semua Negara di dunia sebagai akibat dari adanya kesenjangan antara jumlah penduduk usia kerja yang masuk dalam angkatan kerja dengan ketersediaan kesempatan kerja . Indonesia sendiri khususnya dalam bidang lapangan kerja membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas agar perusahaan dapat bersaing danberkembang pesat. Selama ini, berbagai kebijakan dibuat disetiap pemerintahan untuk menanggulangi masalah pengangguran, kebijakan yang dibuat oleh pemerintah pusat yang dalam hal ini dimentori oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans), merancang berbagai program untuk dapat mengatasi masalah pengangguran. Masalah pengangguran saat ini menjadi masalah yang sulit untuk diatasi oleh pemerintah. Banyak warga Indonesia yang tidak memiliki pekerjaan ataudengan kata lain menjadi pengangguran. Pada tahun 2000 tingkat pengangguran terbuka meningkat dari 6.1% menjadi 10.3% atau sekitar 10.3 juta penganggur pada tahun 2005.pengangguran pada tahun 2007 turun menjadi 9,11% dan pada tahun 2008 ini kembali turun menjadi 8.6%. dan ini belum terhitung tak kurang dari 30 juta orang yang termasuk setengah menganggur karena JEBI Vol. 04, No. 02 pp. 23-27 Copyrigt © 2019 Fakultas Ekonomi dan Bisnis UTS Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia