1 PENERAPAN METODE DESIGN THINKING PADA PERANCANGAN WEBSITE BUSINESS DEVELOPMENT CENTER KOTA BANDUNG Fariq Irham Hudiya 1) , Melisa Rayani 2) , Fathimah Zhafirah 3) , Salma Destriyani AP 4) 1) Universitas Pendidikan Indonesia, 2) STIE Ekuitas Bandung, 3,4) Universitas Islam Bandung Fariqhudiya49@upi.edu Abstrak Website merupakan salah satu media promosi yang dapat digunakan oleh pelaku usaha untuk meningkatkan dan memperluas jangkauan pemasaran produknya. Business Development Center Kota Bandung merupakan distributor dari produk-produk UMKM skala mikro yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui pembuatan website untuk media pemasarannya. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang sebuah website dengan melakukan metode pendekatan design thinking untuk berfokus pada apa yang dirasakan oleh pengguna berdasarkan kebutuhannya. Hasil penelitian yang didapatkan adalah penerapan metode design thinking cocok diterapkan dalam perancangan website BDC Kota Bandung, karena dapat membantu menjawab permasalahan yang dihadapi oleh BDC Kota Bandung dalam mengelola kegiatan pengembangan bisnis para KSM di Kota Bandung. Kata Kunci: Website, Design Thinking, UMKM, BDC Kota Bandung Abstract Website is one of the promotional media that can be used by businesses to improve and expand the marketing reach of their products. The Bandung City Business Development Center is a distributor of micro-scale MSME products that have great potential to be developed through creating websites for marketing media. The purpose of this research is to design a website using a design thinking approach to focus on what users feel based on their needs. The research results obtained are the application of the design thinking method which is suitable to be applied in the design of the Bandung City BDC website, because it can help answer the problems faced by the Bandung City BDC in managing the business development activities of KSM in Bandung City. Keywords: Website, Design Thinking, UMKM, BDC of Bandung City PENDAHULUAN Kota Bandung memiliki potensi yang besar pada sektor UMKM. Selain dikenal sebagai kota kuliner, Kota Bandung juga memiliki segudang usaha fashion seperti daerah Cibaduyut yang terkenal dengan hasil sepatunya. Menurut data pada tahun 2021, jumlah UMKM yang tersebar di Kota Bandung mencapai 464.346 yang merupakan ketiga tertinggi di Provinsi Jawa Barat, setelah Kab. Bogor dan Kab. Bandung (Dinas KUKM Jabar, 2021). Jumlah tersebut meningkat setiap tahunnya, menunjukan bahwa UMKM di Kota Bandung memiliki peran aktif dan penting dalam menumbuhkan tingkat perekonomian di Kota Bandung. Hadirnya pandemi Covid-19 di Indonesia sejak tahun 2020 memberikan dampak bagi para pelaku usaha dan kinerja bisnis di Indonesia. Tidak sedikit UMKM dan pelaku usaha berhenti karena rendahnya daya beli masyarakat pada saat itu. Tingginya kewaspadaan masyarakat dan kekhawatiran untuk beraktivitas seperti normal mendorong kegiatan jual beli online menjadi hal yang lumrah dan solusi atas kondisi darurat yang sedang terjadi. Banyak para pelaku usaha memanfaatkan kondisi ini untuk berinovasi dan agar tetap bertahan menjalankan usahanya, namun tidak sedikit juga pelaku usaha terutama dari UMKM skala mikro yang umumnya dari kalangan masyarakat miskin tidak mampu untuk mengikuti perkembangan tersebut. Padahal penggunaan teknologi informasi menjadi sebuah kunci dan solusi bagi para pelaku usaha agar tetap menjalankan usahanya di masa itu. Marketplace, E-commerce dan Website dapat menjadi sebuah solusi atas permasalahan yang dihadapi sekaligus menjadi budaya bisnis baru hingga saat ini, dimana orang sudah terbiasa berbelanja secara online meskipun kondisi sudah tidak dalam darurat. Adapun website merupakan salah satu media yang dapat digunakan untuk branding, marketing dan selling, sebuah media yang dapat menghimpun segala kegiatan bisnis melalui digital. Website merupakan media yang mudah diakses, dan dapat menjadi wadah untuk