Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, Vol. 8, No. 1, Hlm. 367-383, Juni 2016 @Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia dan Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, FPIK-IPB 367 PENGEMBANGAN WISATA BAHARI SECARA BERKELANJUTAN DI TAMAN WISATA PERAIRAN KEPULAUAN ANAMBAS MARINE TOURISM SUSTAINABILITY DEVELOPMENT IN MARINE RECREATIONAL PARK ANAMBAS ISLAND Rika Kurniawan 1 , Fredinan Yulianda 2 , dan Handoko Adi Susanto 2 1 Sekolah Pascasarjana Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Lautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) – Institut Pertanian Bogor (IPB), Bogor 2 Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, FPIK-IPB, Bogor *E-mail: rikakurniawan.spl12@gmail.com ABSTRACT Mantang Besar and Mantang Kecil islands contain marine resources that can be developed for ma- rine tourism activities. For the above purpose, a study is needed to assess the potential of the islands. The objectives of this study were: (1) to analyze the sustainability potential of marine tourism on Man- tang Besar and Mantang Kecil islands and (2) to determine the policy and strategy to develop marine tourism in Mantang Besar and Mantang Kecil islands. Multi-Criteria Analysis (MCA) with Rapid Appraisal Index Sustainability of Ecotourism approach was used for the sustainability analysis of the marine tourism potential in both islands. The results showed that the sustainability status of marine tourism potential on Mantang Besar and Mantang Kecil islands for A dimension (ecology) was in ave- rage of 50.4592 within the category of sustainable, for B dimension (socio-economic) with average of 31.6113 within the category of less sustainable, and C dimension (institutional-technology) with ave- rage of 32.5581 wihtin the category of less sustainable. For the succes of the strategy development, B dimension should be prioritized and followed by B and C dimensions. Keywords: MCA, marine tourism development strategy, Anambas islands ABSTRAK Pulau Mantang Besar dan Mantang Kecil memiliki sumberdaya yang dapat dikembangkan untuk ke- giatan wisata bahari. Sebagai kawasan yang memiliki potensi sumberdaya yang baik, diperlukan upaya untuk mengkaji potensi yang ada pada pulau tersebut. Tujuan penelitian ini: (1) menganalisis status keberlanjutan potensi wisata bahari pada Pulau Mantang besar dan Mantang kecil dan (2) menentukan arah dan strategi dalam pengembangan wisata bahari pada kawasan tersebut. Analisis keberlanjutan potensi wisata bahari pada Pulau Mantang besar dan Mantang kecil menggunakan Metode Multi-Cri- teria Analysis (MCA) dengan pendekatan Kajian Cepat-Indeks Kesesuaian Pengelolaan Wisata Bahari (Rap-Insus ECOTOURISM). Hasil penelitian menunjukan bahwa status keberlanjutan potensi wisata bahari pada pulau Mantang Besar dan pulau Mantang Kecil pada masing-masing dimensi yaitu di- mensi A (ekologi) rata-rata 50.4592 pada kategori cukup berkelanjutan, dimensi B (sosial-ekonomi) dengan rata-rata 31.6113 pada kategori kurang berkelanjutan, dan dimensi C (kelembagaan-teknologi) dengan rata-rata 32.5581 pada kategori kurang berkelanjutan. Untuk kesuksesan strategi pengemba- ngannya, dimensi B harus diprioritaskan terlebih dahulu kemudian diikuti dimensi C dan A. Kata kunci: MCA, strategi pengembangan wisata bahari , kepulauan Anambas. I. PENDAHULUAN Kawasan Konservasi Perairan (KKP) didirikan dengan tujuan untuk melestarikan keanekaragaman hayati dan sumberdaya per- airan sekaligus mendukung pemanfaatan yang berkelanjutan. Oleh karenanya, pendi- rian KKP dilakukan dengan mengalokasikan sebagian wilayah pesisir dan laut yang memi- liki keanekaragaman hayati tinggi dan eko- sistem yang sehat. Hal ini dimaksudkan un- tuk menyediakan tempat berlindung dan ber- brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis