Communnity Development Journal Vol.2, No.3 November 2021, Hal.896-901 P-ISSN 2721-4990 | E-ISSN 2721-5008 896 PENYULUHAN DEMENSIA PADA GANGGUAN FUNGSI KOGNITIF DAN TERAPI KOGNITIF SENAM OTAK TAHUN 2021 DI PANTI JOMPO LANJUT USIA HARAPAN KITA PALEMBANG Leni Wijaya 1 , Bela Purnama Dewi 2 1,2) Program Studi S1 Keperawatan STIKES Mitra Adiguna Palembang e-mail: belapurnamadewi@gmail.com, leniwijaya@gmail.com Abstrak Masalah kesehatan yang sering terjadi pada usia lanjut salah satunya adalah penurunan fungsi kognitif.World Health Organization (WHO) 2015, terdapat 35,6 juta orang lansia di seluruh dunia mengalami gangguan fungsi kognitif. Fungsi kognitif dapat dipertahankan dengan memberikan dukungan sosial. Dukungan sosial yang adekuat terbukti berhubungan dengan fungsi kognitif (TAK). Pelaksanaan Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) ini bertujuan agar setelah dilakukannya TAK senam otak diharapkan dapat mempertahankan daya ingat dan konsentrasi lansia. Metode yang digunakan untuk dapat mencapai target dari kegiatan ini adalah dengan cara pendekatan, ceramah dan permainan kelompok. Dengan demikian para lansia akan mendapatkan pelayanan melalui berbagai rangkaian kegiatan yang menunjang terjadinya dinamika interaksi yang saling bergantung dan saling membutuhkan. Luaran akhir dari kegiatan ini adalah para lansia mampu mengetahui manfaat dari senam otak, mampu melakukan senam otak dan senam otak dapat dimasukan dalam jadwal kegiatan panti. Kata kunci: Senam Otak, Lansia,Terapi Kognitif Abstract Health problems that often occur in the elderly, one of which is a decline in cognitive function. World Health Organization (WHO) 2015, there are 35.6 million elderly people worldwide experiencing cognitive function disorders. Cognitive function can be maintained by providing social support. Adequate social support has been shown to be associated with cognitive function (TAK). The implementation of Group Activity Therapy (TAK) is intended so that after doing TAK brain exercise is expected to be able to maintain memory and concentration of the elderly. The method used to achieve the target of this activity is by approach, lectures and group games. Thus, the elderly will get services through various series of activities that support the dynamics of interactions that are interdependent and need each other. The final output of this activity is that the elderly are able to know the benefits of brain exercise, are able to do brain exercise and brain exercise can be included in the orphanage's activity schedule. Keywords: Brain Exercise, Elderly, Cognitive Therapy PENDAHULUAN Lansia dapat dikatakan sebagai tahap akhir perkembangan pada daur kehidupan manusia. Proses menjadi lansia merupakan proses alamiah yang dapat terjadi pada setiap orang. Dimana keadaan yang ditandai oleh kegagalan seseorang untuk mempertahankan keseimbangan terhadap kondisi stres fisiologis. Kegagalan ini berkaitan dengan penurunan daya kemampuan untuk hidup serta peningkatan kepekaan secara individual. Aspek yang juga mengalami penurunan secara degenerative adalah fungsi kognitif (kecerdasan/pikiran). Salah satu contoh gangguan degeratif kognitif pada lansia adalah demensia. Demensia adalah suatu sindroma klinik yang meliputi hilangnya fungsi intelektual dan ingatan/memori sedemikian berat sehingga menyebabkan disfungsi hidup sehari-hari (Brocklehurst and Allen, 1987 dalam Boedhi-Darmojo, 2009). Pada lansia dengan demensia penurunan kemampuan mental yang biasanya berkembang secara perlahan, dimana terjadi gangguan ingatan, pikiran, penilaian dan kemampuan untuk memusatkan perhatian, dan bisa terjadi kemunduran kepribadian, sehingga terkadang terjadi gangguan terhadap bio-psiko-sosial-spritual pada lansia.