PROSIDING SEMINAR NASIONAL EKONOMI DAN BISNIS 2021 UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER DITERBITKAN OLEH UM JEMBER PRESS Page 489 Analisis Faktor Penentu Financial Distress Pada Perusahaan Jasa Yang Terdaftar Di Bei Eny Kusumawati 1 , Alfina Shinta Dilas Chaniago 2 Universitas Muhammadiyah Surakarta 1 , Universitas Muhammadiyah Surakarta 2 e-mail: 1 Eny.Kusumawati@ums.ac.id, 2 alfinaschaniago@gmail.com Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penentu terjadinya financial distress dengan analisis Model Altman Z-Score pada perusahaan sektor perdagangan, jasa dan investasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2014-2019. Penelitian ini menganalisis pengaruh variabel profitabilitas yang diproksikan dengan return on assets (ROA). Likuiditas yang diwakili oleh current ratio (CR). Solvabilitas (leverage) yang diproksikan dengan debt equity ratio (DER). Komite audit yang diproksikan dengan jumlah komite audit. Kepemilikan institusional diproksikan dengan kepemilikan saham perusahan oleh institusi-institusi dari seluruh saham yang beredar. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 50 sampel. Data rasio keuangan perusahaan pada tahun 2014-2018, kemudian digunakan unutk memprediksikan financial distress pada tahun 2015-2019. Financial distress diperoleh oleh Z-Score. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi. Teknik analisis dilakukan dengan statistik deskriptif dan uji asumsi klasik serta uji hipotesis menggunakan metode regresi linier berganda, uji Adjusted R2, uji F dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas, likuiditas, solvabilitas (leverage) dan kepemilikan institusional berpengaruh signifikan terhadap financial distress. Sementara itu, komite audit tidak berpengaruh terhadap financial distress. Kata kunci: Profitabilitas, Likuiditas, Solvabilitas (leverage), Komite Audit, Kepemilikan Institusional, Financial Distress Perkembangan ekonomi tidak lepas dari kondisi investasi di suatu negara yang berkaitan erat dengan pasar modal. Dengan adanya pasar modal, memungkinkan suatu perusahaan lebih mudah memperoleh dana dan menghimpun dana dan bagi para pemodal akan memberikan alternatif tambahan untuk menginvestasikan dana yang mereka miliki. Investasi dana nantinya akan menambah modal suatu perusahaan sehingga perusahaan mampu untuk mencapai tujuan perusahaan. Namun, dalam praktiknya seringkali perusahaan yang telah beroperasi dalam jangka waktu tertentu terpaksa bubar karena mengalami kesulitan keuangan atau financial distress. Oleh karena itu, penting untuk melakukan analisis dan prediksi financial distress perusahaan. Platt dan Platt (2002), menyatakan bahwa financial distress didefinisikan sebagai tahap penurunan kondisi keuangan yang terjadi sebelum kebangkrutan ataupun likuidasi. Brigham dan Daves (2003), kesulitan keuangan terjadi atas serangkaian kesalahan, pengambilan keputusan yang kurang tepat dan kelemahan-kelemahan yang saling berhubungan yang dapat menyumbang secara langsung maupun tidak langsung kepada manajemen serta kurangnya upaya pengawasan kondisi keuangan perusahaan sehingga dalam penggunaannya kurang sesuai dengan apa yang dibutuhkan.