Jurnal Talenta Sipil Volume 5 Nomor 1, Februari 2022, 35-41 Publisher by Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Batanghari ISSN 2615-1634 (Online), DOI 10.33087/talentasipil.v5i1.95 35 Perencanaan Perkerasan Kaku (Rigid Pavement) Ruas Jalan Hitam Ulu- Mentawak Di Kabupaten Merangin (Menggunakan Metode AASHTO 1993) 1 Riki Rivaldo, 2 Fakhrul Rozi Yamali 1 Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Batanghari Jambi 2 Dosen Fakultas Teknik Sipil Universitas Batanghari Jambi Correspondence email: inyourbrain19@gmail.com Abstrak. Perkerasan jalan adalah merupakan salah satu unsur konstruksi jalan raya sangat penting dalam rangka kelancaran transportasi darat sehingga memberikan kenyamanan dan keamanan bagi penggunanya, sehingga perlu direncanakan dengan baik berdasarkan standard dan kriteria perencanaan yang berlaku di Indonesia. Jalan merupakan prasarana transportasi darat yang paling banyak digunakan oleh masyarakat untuk melakukan mobilitas keseharian dibandingkan dengan transportasi air dan udara, sehingga volume kendaraan yang melewati ruas jalan tersebut harus mampu di dukung oleh perkerasan jalan pada ruas jalan yang dilewatinya. Perencanaan Ruas Jalan yang terletak di di Ruas Jalan Hitam Ulu – Mentawak Kabupaten Merangin ini adalah perencanaan jalan yang menghubungkan satu daerah/ wilayah ke desa lain dan kota , karena kondisi jalan diperuntukkan atau direncanakan dengan ketentuan umur rencana lebih dari sepuluh tahun sesuai program pemerintah daerah Merangin untuk meningkatkan Infrastruktur khususnya sarana transportasi jalan di daerah tersebut maka di rencankanlah perencanaan tebal perkerasan kaku (Rigid Pavement) pada jalan di Ruas Jalan Hitam Ulu – Mentawak Kabupaten merangin Provinsi Jambi yang mampu mendukung beban – beban berat yang masuk di jalur tersebut seperti truck dan alat berat yang masuk di jalur tersebut maka di haruskan dengan merencanakan sebuah perencanaan jalan dengan perkerasan kaku (rigid pavement). Kata Kunci: Perencanaan Pekerasan Kaku, metode AASHTO 1993 PENDAHULUAN Perkerasan jalan adalah bagian dari jalur lalulintas, yang bila kita perhatikan secara struktural pada penampang melintang jalan, merupakan penampang struktur dalam kedudukan yang paling sentral dalam suatu badan jalan. Lalu lintas langsung terkonsentrasi pada bagian ini dan boleh dikatakan merupakan urat nadi dari suatu konstruksi jalan. Terutama di Kabupaten Merangin Ruas Jalan hitam - Mentawak, yang saat ini mengalami kerusakan, jalan ini yang terbebani oleh volume lalu lintas yang tinggi dan berulang-ulang akan menyebabkan terjadinya penurunan kualitas jalan yang dapat diketahui dari kondisi permukaan jalan, baik secara struktural maupun fungsional yang mengalami kerusakan. Oleh karena itu, Pembangunan infrastruktur sangat diperlukan untuk mendukung pembangunan disektor ekonomi, pertanian, dan pariwisata, transportasi berguna untuk meningkatkan hasil dari produksi pertanian dan tercapinya kesejahteraan masyarakat. Disamping itu juga menjadi sarana aktifitas penduduk yang melibatkan masalah- masalah ekonomi. Untuk itu penulis mencoba menganalisis tebal lapis perkerasan kaku pada Ruas jalan Hitam Ulu- mentawak di Kabupaten Merangin, panjang jalan yang direncanakan 2000 m dari total panjang jalan 6000 m di STA 2+600 – STA 4+400 dikarenakan pada STA tersebut terdapat kerusakan yang parah, oleh karena itu penulis ingin menghitung tebal lapis perkerasan kaku menggunakan metode AASHTO 1993 (American Assosiation of State Highway and Transportation Officials) guide for design of pafement structures 1993. Landasan Teori Pengertian jalan Jalan raya adalah jalur – jalur tanah diatas permukaan bumi yang dibuat oleh manusia dengan bentuk ukuran – ukuran dan jenis konstruksinya sehingga dapat digunakan untuk menyalurkan lalu lintas orang, hewan dan kendaraan yang mengangkut barang dari suatu tempat ketempat lainnya dengan mudah dan cepat. (Silvia Sukirman, 1999). Klasifikasi Jalan Klasifikasi jalan menurut kelas jalan berkaitan dengan kemampuan jalan dalam menerima beban lalu lintas yang dinyatakan dalam muatan sumbu terberat (MST) dalam satuan ton, dan kemampuan jalan tersebut dalam melayani lalu lintas kendaraan dengan dimensi tertentu. Klasifikasi kelas jalan, fungsi jalan, dan dimensi kendaraan maksimum kendaraan yang diijinkan melalui jalan tersebut, menurut Peraturan Pemerintah RI No.38/2004 Istilah - istilah dan definisi fungsi jalan yang mengacu Peraturan Pemerintah RI No.38/2004 adalah sebagai berikut: 1. Jalan arteri adalah jalan yang melayani angkutan utama dengan ciri-ciri perjalanan jarak jauh, kecepatan rata-rata tinggi dan jumlah jalan masuk dibatasi secara efisien