e-ISSN: 2657-1064 E-Jurnal Widya Kesehatan Vol. 3, No. 2, Bulan: Oktober Tahun 2021 30 HIPNOTERAPI UNTUK PECANDU ROKOK USIA REMAJA Kadek Sintya Kristina Arsari 1 , A A Putu Agung Mediastari 2 , Ida Bagus Suatama 3 1,2,3 Fakultas Kesehatan, Universitas Hindu Indonesia, 80238, Denpasar Bali *Email: sintyakristinaarsari@gmail.com Abstrak Data WHO menyatakan bahwa jumlah perokok yang ada di dunia sebanyak 30% adalah remaja. Metode komplementer yang dilakukan dalam mengatasi ketergantungan rokok pada remaja dengan hipnoterapi. Hipnoterapi merupakan suatu teknik relaksasi dengan pemanfaatan sugesti untuk mengatasi masalah psikologi. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui, tata laksana, implikasi hipnoterapi kepada pecandu rokok remaja. Jenis penelitian ini kualitatif, menggunakan metode snowball sampling dengan sasaran pecandu rokok remaja usia 19-22 tahun yang dilakukan pada klinik hipnoterapi di Kota Denpasar. Penelitian ini dilakukan berdasarkan pendekatan psikologi dan menggunakan teori psikologi. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa hipnoterapi dapat mengatasi ketergantungan rokok pada remaja karena hipnoterapi memanfaatkan sugesti dalam terapinya, tata laksana dalam hipnoterapi dengan wawancara pra induksi atau pre-talk dan sugestivitas, induksi, deepening dan depth level test, hypnotheraupetic dan termination. Implikasi yang terjadi pada klien setelah mendapatkan hipnoterapi adalah klien merasa nyaman, tenang, bahagia, stamina meningkat serta mampu berpikir lebih bijaksana. Kata kunci: Hipnoterapi, Pecandu Rokok, dan Remaja. Abstract WHO data states that the number of smokers in the world as much as 30% are teenagers. Complementary methods carried out in overcoming cigarette dependence on adolescents with hypnotherapy. Hypnotherapy is a relaxation technique with the use of suggestions to overcome psychological problems. The purpose of this study was to determine, manage, and the implications of hypnotherapy for adolescent cigarette addicts. This type of research is qualitative, using the snow ball sampling method targeting teenage cigarette addicts aged 19-22 years conducted at the hypnotherapy clinic in the city of Denpasar. This research was conducted based on a psychological approach and using psychological theory. Based on the results of the study it was found that hypnotherapy can overcome the dependence of cigarettes on adolescents because hypnotherapy utilizes suggestions in its treatment, governance in hypnotherapy with pre-induction or pre-talk interviews and suggestibility, induction, deepening and depth level tests, hypnotherapy and termination. The implication that happens to clients after getting hypnotherapy is that the client feels comfortable, calm, happy, has increased stamina and is able to think more wisely. Keywords: "Hypnotherapy, Cigarette, and Teen Addicts". 1. Pendahuluan Perilaku merokok merupakan masalah kesehatan karena dapat menimbulkan berbagai penyakit bahkan kematian, perilaku merokok itu sendiri termasuk perilaku membeli, menghisap dan menghembuskan asap rokok. Dapat pula sebagai salah satu respon spesifik dari seluruh respon, misalnya seorang merokok karena percaya bahwa dengan merokok akan membantu mengurangi kadar stres yang dialaminya (Chaplin dalam Prabandari, 1994). Bahaya rokok sebagaimana dilansir Enviromental Protection Agency atau Badan Proteksi Lingkungan Amerika Serikat memastikan bahwa asap rokok mengandung 4000 senyawa kimia, 200 diantaranya toksik (beracun), 43 diantaranya pemicu kanker dan secara global konsumsi rokok membunuh satu orang setiap 10 detik. WHO (World Health Organization) memperkirakan bahwa 2020 penyakit berkaitan dengan rokok akan menjadi masalah kesehatan utama dibanyak negara, bahkan kebiasaan merokok dianggap menjadi entry point pada penyalahgunaan narkotika (Fatmawati, 2006). Smet (dalam Komasari & Helmi, 2000) menyatakan bahwa pada umumnya individu mulai pertama kali merokok sebelum berusia 19 tahun. Data WHO juga semakin mempertegas bahwa jumlah perokok yang ada di dunia sebanyak 30% adalah remaja. Dengan jumlah perokok di Indonesia yang mencapai lebih dari 60 juta dan