64 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI DAYA SAING PADA SENTRA INDUSTRI MAKANAN KHAS BANGKA DI KOTA PANGKALPINANG Rulyanti Susi Wardhani Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung Yulia Agustina Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung Abstract This study aims to determine the effect of capital, packaging, network, business development, and human resource to the competitive ability at central industry of Bangka’s food in Pangkalpinang.It used primary data with census method as the sampling technique. The number of samples were 68 respondents, analyzed by confirmatory factor. The results of study issue two factors. First, financial factor which has capital and business development variable. Second, marketing factor which has packaging and network variable. Keywords : Micro and Medium Enterprise, Capital, Business Development, Financial Factor, Packaging, Network, Marketing Factor 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Diberlakukannya Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang perimbangan keuangan antara pusat dan daerah telah membuat pembangunan ekonomi daerah di Indonesia memasuki bagian baru. Salah satu perubahan besar terhadap pembangunan daerah ini adalah tuntutan masing-masing daerah untuk melaksanakan otonomi daerah secara lebih luas dan nyata. Setiap daerah harus diberi wewenang seluas mungkin dalam pembangunannya sehingga pembangunan tersebut dapat berjalan lebih harmonis. Menurut Barzelay dalam Kusaini (2006:62) pemberian Otonomi Daerah ini diharapkan dapat memberi keleluasaan kepada masing-masing daerah dalam rangka pembangunan daerah melalui usaha- usaha yang sejauh mungkin mampu meningkatkan partisipasi aktif masyarakat. Menurut Bappenas (2004:74), pembangunan ekonomi daerah di era otonomi menghadapi berbagai tantangan baik internal maupun eksternal, seperti masalah kesenjangan dan iklim globalisasi, yang akhirnya menuntut tiap-tiap daerah untuk mampu bersaing di dalam dan di luar negeri. Kesenjangan dan globalisasi ini berimplikasi kepada propinsi, kabupaten/kota untuk melaksanakan percepatan pembangunan ekonomi daerah melalui pengembangan ekonomi daerah berdasarkan potensi sektor unggulan yang dimiliki oleh masing-masing daerah. Salah satu pengembangan ekonomi daerah yang dapat dilakukan adalah dengan menempatkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pada posisi yang strategis untuk mempercepat perubahan struktural dalam rangka meningkatkan