547 Taksiran Kerugian Ekonomi Penyakit Kluron Menular (Brucellosis) pada Populasi Ternak di Indonesia (THE ESTIMATION OF ECONOMIC LOSSES CAUSED BY BRUCELLOSIS IN LIVESTOCK POPULATION IN INDONESIA Chaerul Basri 1,2 Bambang Sumiarto 3 1 Program Studi Sain Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta. 2 Departemen Ilmu Penyakit Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor. Jl. Agatis Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Indonesia 16680. Telp./Faks.: +62-251-8628811; Email: chaerulbasri@yahoo.com. 3 Bagian Kesehatan Masyarakat Veteriner, FKH UGM. Jl. Fauna No 2 Karangmalang, Yogyakarta 55281. ABSTRAK Penyakit kluron menular atau Brucellosis masih menjadi salah satu kendala dalam usaha pengembangan peternakan di Indonesia dan memiliki dampak ekonomi yang sangat besar. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung besarnya kerugian ekonomi yang diakibatkan oleh brucellosis pada ternak secara nasional di Indonesia. Metode penghitungan taksiran kerugian ekonomi ini menggunakan dua cara yaitu dengan menghitung kerugian langsung dan tidak langsung serta dengan menghitung harga ekonomis ekternalitasnya. Data sekunder yang digunakan untuk penghitungan berasal dari publikasi ilmiah, data pemerintah, pendapat pakar, data pasar, dan asumsi-asumsi yang dibangun berdasarkan diskusi para ahli. Hasil analisis menunjukkan bahwa dengan metode penghitungan kerugian langsung dan tidak langsung ditaksir kerugian yang ditimbulkan akibat brucellosis pada ternak diperkirakan mencapai sekitar Rp. 3.516.401.986.082 per tahun, sedangkan dengan metode pendekatan harga ekonomis ekternalitas kerugiannya ditaksir mencapai Rp. 3.637.773.925.000 per tahun. Kedua metode penghitungan yang digunakan memberikan taksiran kerugian ekonomi yang relatif sama. Total kerugian akibat brucellosis tersebut diperkirakan mencapai 1,8% dari nilai total aset ternak di Indonesia. Kata-kata kunci: brucellosis; kerugian; taksiran; ternak; Indonesia ABSTRACT Brucellosis is one of the constraints in development of animal husbandry in Indonesia and is thought to have a huge economic impact. This study aimed to calculate the national economic losses cause by brucellosis in livestock in Indonesia. The method of calculating the estimated economic losses used two ways, by calculating the direct losses and by calculating the price of economic externalities. Source of secondary data for the calculation derived from scientific publications, government data, expert opinions, market data, and assumptions that are based on expert discussions. The results showed that by the direct calculation method it is estimated the economic losses at approximately Rp. 3,516,401,986,082 per year whilst by the second method the losses is estimated at Rp. 3,637,773,925,000 per year. Both methods of calculation used give relative similar economic losses estimation. The total loss due to brucellosis is estimated to reach 1.8% of the total value of livestock assets in Indonesia. Keywords: brucellosis; economic losses; estimated; livestock; Indonesia Jurnal Veteriner Desember 2017 Vol. 18 No. 4 : 547-556 pISSN: 1411-8327; eISSN: 2477-5665 DOI: 10.19087/jveteriner.2017.18.4.547 Terakreditasi Nasional, Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan, online pada http://ojs.unud.ac.id/php.index/jvet Kemenristek Dikti RI S.K. No. 36a/E/KPT/2016