223 ANALISIS POSITIVE DEVIANCE: POLA MAKAN REMAJA PUTRI YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN ANEMIA DI SMP NEGERI I BANGUNTAPAN KECAMATAN BANGUNTAPAN KABUPATEN BANTUL Positive Deviance Analysis: Adolescent Girls Eating Patterns that Affect on Anemia Incidences in Junior High School 1 Banguntapan, Bantul Ika Mustika Dewi 1 Prastiwi Putri Basuki 2 Siti Uswatun Chasanah 3 Correspondensi : ika_chan45@yahoo.co.id ABSTRAK Latar Belakang: Dampak anemia pada remaja putri yaitu pertumbuhan terhambat, mudah terinfeksi, sebagai calon ibu akan menjadi calon ibu yang berisiko tinggi untuk kehamilan dan melahirkan. Tujuan: Untuk menganalisis pola makan dan kejadian anemia pada remaja putri di SMP Negeri I Banguntapan Kabupaten Bantul, seta menganalisis perilaku makan positif remaja putri yang tidak anemia. Metode: Penelitian deskriptif analitik menggunakan rancangan cross sectional yang dilakukan di SMP Negeri I Banguntapan Kecamatan Banguntapan Kabupaten Bantul dengan jumlah sampel 120 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel bebas adalah pola makan, yaitu konsumsi zat enhancer dan zat inhibitor zat besi, seta variabel terikat adalah kejadian anemia. Analisis statistik menggunakan chi-square dan dilakukan wawancara untuk mengetahui perilaku makan positip remaja putri yang tidak anemia Hasil: Sebagian besar responden (85%) jarang mengkonsumsi zat enhancer dan zat inhibitor zat besi. Sebagian besar responden (86,7%) siswi SMP Negeri I Banguntapan tidak anemia dengan rata-rata kadar hemoglobin 14,39 g/dL Tidak ada hubungan antar konsumsi zat enhancer dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMP Negeri I Banguntapan Bantul (p=0,461). Tidak ada hubungan antar konsumsi zat inhibitor dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMP Negeri I Banguntapan Bantul (p=0,126). Kebiasan positif responden yang tidak anemia adalah mempunyai kebiasaan sarapan pagi, konsumsi protein hewani, konsumsi sayur dan buah zat enhancer zat besi. Kesimpulan: konsumsi zat enhancer dan zat inhbitor zat besi tidak berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri. Hal tersebut didukung karena kebiasaan sarapan pagi, konsumsi sayur dan buah tinggi vitamin C, serta konsumsi protein hewani Kata kunci: anemia, konsumsi zat enhancer, zat inhibitor, kebiasaan makan positif