Flywheel: Jurnal Teknik Mesin Untirta Vol. V, No. 1, April 2019, hal. 34 - 40 34 Terakreditasi S4, SK No: 21/E/KPT/2018 Pengaruh Kecepatan Pengadukan terhadap Distribusi Partikel Penguat pada Komposit Al-Al2O3 dengan Metoda Stir Casting Yeni M. Zulaida 1* , M. Ero Cahyonugroho 1 , Tiara Triana 1 1 Jurusan Teknik Metalurgi, Jl Jenderal Sudirman KM 3,5 Cilegon, Banten, Indonesia *Email Penulis: yeni_m_zulaida@untirta.ac.id INFORMASI ARTIKEL ABSTRAK Naskah Diterima 10/03/2019 Naskah Direvisi 28/03/2019 Naskah Disetujui 29/03/2019 Naskah Online 29/03/2019 Komposit bermatrik aluminium memiliki sifat mekanik dan ketahanan korosi yang baik dibandingkan dengan paduan aluminium tanpa penguat. Salah satu metode untuk membuat komposit adalah dengan metode stir casting. Komposit bermatrik aluminium diperkuat dengan partikel Al2O3 ukuran mikro dan nano digunakan pada aplikasi dengan performa tinggi, misalnya pada piringan rem (disc brakes) dan batang penghubung (connecting rods) pada automotif. Dalam penelitian ini, dalam rangka meningkatkan nilai kekerasan dan distribusi partikel penguat dalam komposit dengan metode stir casting, penggunaan persen berat Al2O3 dan kecepatan putar pengadukan divariasikan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap nilai yang ingin dicari. Uji kekerasan brinell dilakukan untuk mengetahui nilai kekerasan pada komposit yang telah divariasikan persen berat Al2O3 (5%, 10%, dan 15%) dan kecepatan putar pengadukannya (600 rpm, 800 rpm, dan 1000 rpm). Pengujian metalografi menggunakan scanning electron microscopy (SEM) untuk mendapatkan detail gambar struktur mikro komposit, hasil gambar struktur mikro lalu diolah menggunakan software “ImageJ” untuk mengetahui distribusi partikel. Distribusi partikel dikaitkan dengan nilai persentase area terhitung partikel penguat dan jumlah partikel terhadap ukuran partikel yang ada pada masing-masing komposit. Pengujian analisis kimia dilakukan dengan menggunakan x-ray diffraction(XRD) dan energy dispersive spectroscopy(EDS). Penggunaan XRD dilakukan untuk mengetahui keberadaan unsur Al karena sebagai material matrik, dan Al2O3 karena sebagai material penguat. Sedangkan penggunaan EDS dilakukan untuk mengetahui unsur-unsur yang terdapat pada komposit. Kata kunci: Komposit Aluminium, Matriks Logam, Stir Casting, Penguat Al 2O3 1. PENDAHULUAN Komposit adalah produk hasil proses kombinasi antara dua atau lebih material yang mana sifat masing- masing material berbeda berdasarkan sifat fisik dan sifat kimia. Dengan mengkombinasikan dua atau lebih material yang memiliki sifat fisik dan kimia yang berbeda akan menghasilkan sifat yang lebih baik daripada sifat dari masing-masing komponen penyusunnya. Komposit tersusun dari matrik dan penguat. Matrik merupakan logam inti (base metal) yang berfungsi sebagai material yang menyalurkan beban yang diterima komposit kepada penguat. Penguat berfungsi sebagai material yang meningkatkan sifat-sifat dari komposit. Komposit bermatrik aluminium memiliki kekuatan yang spesifik dan ketahanan korosi yang baik dibandingkan dengan paduan aluminium tanpa penguat. Komposit bermatrik aluminium diperkuat dengan partikel Al 2O3 ukuran mikro dan nano digunakan pada aplikasi dengan performa tinggi, misalnya pada piringan rem (brake rotor) dan batang penghubung (connecting rods) pada automotif (Ron Cobden, 1994 & S.A. Sajjadi, 2011). Beberapa jenis penguat yang dapat digunakan yaitu Al 2O3, B, Si, SiC, TiC, MgO, dan C (Graphite). Pada penelitian ini digunakan serbuk Al 2O3. Pemilihan serbuk Al 2O3 didasari dari sifat yang dimilikinya yaitu konduktivitas termal, kekerasan, dan ketahanan aus. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan serbuk Al 2O3 sebagai penguat pada hasil produk komposit bermatrik logam. Terdapat dua FLYWHEEL: JURNAL TEKNIK MESIN UNTIRTA Homepage jurnal: http://jurnal.untirta.ac.id/index.php/jwl