171 KERAGAMAN GENETIK ANAKAN Shorea leprosula BERDASARKAN PENANDA MIKROSATELIT Genetic Diversity of Shorea leprosula Offspring Based on Microsatellite Markers Purnamila Sulistyawati, AYPBC Widyatmoko, ILG Nurtjahjaningsih Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan Jl. Palagan Tentara Pelajar Km 15, Purwobinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta 55582 E-mail : purnamila_mila@yahoo.com ABSTRACT Genetic diversity value of offspring might indicate a reproductive success in a forest. Aim in this study was to access genetic diversity values of offspring of Shorea leprosula from different forest types. Leaf samples were collected from six population i.e. a plantation from Carita, and fve natural forests from Gunung Bunga A and B, SBK, ITCI and Gunung Lumut. Using four microsatellite markers, the results showed that SBK population maintained high value of genetic diversity. Values of expected heterozygosity (H E ) ranged between 0.717 (Carita) and 0.836 (SBK). Values of coeffcient inbreeding (F) were insignifcant deviated from Hardy-Weinberg Equilibrium, but the value was signifcant in SBK population. PCA analysis demonstrated a cluster among Gunung Bunga A, SBK, ITCI, and Gunung Lumut. Amova showed that different province signifcantly contributed 1% to the value of genetic diversity of S. leprosula. Key words: Shorea leprosula, offspring, genetic diversity, microsatellite ABSTRAK Nilai keragaman genetik keturunan suatu jenis tanaman merupakan salah satu faktor keberhasilan reproduksi dalam hutan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman genetik keturunan/anakan Shorea leprosula dari populasi hutan alam dan tanaman. Sampel daun dikumpulkan dari enam populasi yaitu 1 populasi dari hutan tanaman (Carita), dan lima hutan alam di Kalimantan (Gunung Bunga A dan B, SBK, ITCI dan Gunung Lumut). Menggunakan empat penanda mikrosatelit, hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi SBK mempunyai nilai keanekaragaman genetik tertinggi dibandingkan populasi lainnya. Nilai heterozigositas yang diharapkan (He) berkisar antara 0,717 (Carita) dan 0,836 (SBK). Nilai koefsien perkawinan kerabat (F) tidak signifkan menyimpang dari Hardy-Weinberg Equilibrium, tetapi signifkan dalam populasi SBK. Analisis PCA menunjukkan klaster antara Gunung Bunga A, SBK, ITCI, dan Gunung Lumut. Hasil Amova menunjukkan bahwa provinsi yang berbeda memberikan kontribusi 1% terhadap nilai keragaman genetik anakan S. leprosula. Kata kunci: Shorea leprosula, anakan, keragaman genetik, microsatellite Tanggal diterima: 7 September 2014; Direvisi: 24 November 2014; Disetujui terbit: 28 November 2014