PRATAMA WIDYA : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Volume 7, No. 2, (Oktober 2022) 124-139 pISSN: 25284037 eISSN: 26158396 http://ojs.uhnsugriwa.ac.id/index.php/PW STRATEGI PEMBELAJARAN TARI BALI PADA ANAK USIA DINI DI SANGGAR TAMAN GIRI AGUNG DENPASAR Oleh I Gede Tilem Pastika 1 , Ni Made Sukerni 2 1,2 Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar Email: tilempastikaigede@gmail.com Diterima 8 Agustus 2022, direvisi 2 Oktober 2022, diterbitkan 31 Oktober 2022 ABSTRAK Semangat pelestarian tari Bali didukung sepenuhnya oleh masyarakat dan pemerintah Provinsi Bali. Regenerasi penari Bali dapat dimulai sejak usia dini baik melalui sekolah formal maupun sanggar seni. Sanggar Taman Giri Agung merupakan sanggar seni yang dibentuk oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Bali di bawah UPTD Taman Budaya Art Centre Denpasar. Penelitian ini bertunjuan untuk mengetahui strategi yang dilakukan oleh instruktur dalam pembelajaran tari Bali pada peserta yang tergolong anak usia dini dan untuk mengetahui kendala serta upaya yang dilakukan dalam mengatasi kendala pada proses pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan observasi non partisipan, studi kepustakaan, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa strategi yang dilakukan adalah dengan memberikan kebebasan dan tidak memaksa peserta untuk mengikuti instruksi. Materi yang diberikan untuk anak usia dini adalah pengenalan gerak dasar tari Bali serta materi Tari Pendet. Metode pembelajaran yang digunakan adalah metode demonstrasi terbimbing yang dilakukan oleh 3 orang instruktur tari Bali profesional. Tahapan evaluasi dilaksanakan setahun sekali dengan sistem kenaikan tingkat. Sedangkan kendala yang ditemukan pada proses pembelajaran terkait dengan kejenuhan peserta yang diatasi dengan beberapa upaya diantaranya: memberikan kata-kata motivasi, memberikan jeda istirahat, memotivasi dengan menonton latihan kakak kelas. Kata Kunci: Strategi Pembelajaran; Pembelajaran Tari Bali; Tari Anak Usia Dini. ABSTRACT The spirit of preserving Balinese dance is fully supported by the people and the government. Regeneration of Balinese dancers can start at an early age trough formal school or art studios. If it is related to the concept of learning dance for early childhood with the rules of Balinese dance movements, it is certainly very opposite. However,