ISSN 1978-3787 (Cetak) Media Bina Ilmiah 1681 ISSN 2615-3505 (Online) ……………………………………………………………………………………………………… http://ejurnal.binawakya.or.id/index.php/MBI Vol.13 No.10 Mei 2019 Open Journal Systems DINAMIKA PARIWISATA DENGAN SISTEM BUDAYA MULTIKULTUR DI KEBUN RAYA BALI Oleh I Gusti Ngurah Putu Dedy Wirawan 1 , I Made Yoga Mahendra 2 & Renata Lusilaora Siringo Ringo 3 1,2,3 Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar Abstrak Pariwisata menjadi topik yang disebutkan dalam koridor pembangunan di mana Bali termasuk kawasan wisata pembangunan. Kebun Raya Bali memiliki salah satu tupoksi yaitu wisata. Pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kebun Raya Bali diperlukan inovasi karena inovasi merupakan peran penting bagi daya tarik wisata budaya. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi inovasi di Kebun Raya Bali sebagai salah satu bagian industri pariwisata. Penelitian ini merupakan hasil penelitian kualitatif. Proses pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, studi kepustakaan dan in-depth interview untuk mengeksplorasi kegiatan inovasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil kajian mengidentifikasi jenis inovasi dilakukan. Kebun Raya Bali sebagai daya tarik wisata sejak tahun 1959-an memiliki pengunjung yang sangat beragam budaya. Interaksi pengunjung dari berbagai daerah bahkan negara dengan pegawai Kebun Raya Bali terjadi saat melakukan pelayanan, oleh sebab itu komunikasi lintas budaya itu ada namun tidak membentuk kultur budaya baru, dan Kebun Raya Bali mampu mempertahankan tradisi budaya Bali dan eksistensi agama Hindu disetiap inovasinya. Kata Kunci: Kebun Raya Bali, Inovasi & Komunikasi Lintas Budaya PENDAHUALUAN Bali merupakan salah satu destinasi yang banyak di kunjungi oleh wisatawan baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara. Ketertarikan wisatawan untuk berkunjung ke Bali dikarenakan terdapat banyak budaya yang unik, keindahan alam yang sangat mempesona, dan budaya tradisional. Keunikan budaya dan atraksi wisata di Bali menjadikan Bali sebagai tujuan utama dalam melakukan sebuah perjalanan wisata, dalam perkembangan dunia pariwisata perlu digali kembali potensi atraksi wisata yang ada pada setiap daerah dikembangkan sehingga bisa menunjang sektor pariwisata, dalam hal ini pariwisata alternatif. Menurut Hani (2007), pariwisata alternatif merupakan kegiatan kepariwisataan yang tidak merusak lingkungan, berpihak pada masyarakat, dan menghindari dampak negatif dari pariwisata masal atau pariwisata berskala besar yang dapat mengancam budaya. Kegiatan pariwisata tersebut diimplementasikan pada setiap kabupaten di Bali, khususnya Kabupaten Tabanan yang memiliki obyek wisata alam seperti Tanah Lot, Pura Ulun Danu Beratan, Jatiluwih, Alas Kedaton, Museum Subak, Taman Kupu-kupu dan Kebun Raya Bali (Dinas Pariwisata Tabanan). Kebun Raya ” Eka Karya” Bali merupakan salah satu tempat yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik dari luar Bali yang bertujuan untuk berlibur, pemanfaatan out bond dan membutuhkan wisata pendidikan untuk pelajar baik dari kalang SD, SMP, SLTA, Mahasiswa, maupun rombongan umum. Kebun Raya Bali merupakan salah satu Kebun Raya pertama yang didirikan oleh putra bangsa Indonesia. Industri pariwisata merupakan salah satu tupoksi di Kebun Raya Bali. Hal ini dapat dilihat dari data statistik yang menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan asing dan domestik yang melakukan kunjungan ke Kebun Raya Bali. Berikut adalah data jumlah kunjungan di Kebun Raya Bali ;