Jurnal PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Volume 5 Nomor 1 Januari 2021 | ISSN Cetak : 2580 - 8435 | ISSN Online : 2614 - 1337 DOI : http://dx.doi.org/10.33578/pjr.v5i1.8147 Nur Imama, Sri Utaminingsih, Hilal Madjdi | Pengembangan Model, Problem Based Leraning, Permainan Bakiak Halaman | 7 DEVELOPING PROBLEM-BASED LEARNING MODEL BASED ON BAKIAK GAME FOR LEARNING MATHEMATICS AT ELEMENTARY SCHOOLS Nur Imama 1 , Sri Utaminingsih 2 , Hilal Madjdi 3 1,2,3 Universitas Muria Kudus, Kudus, Indonesia 1 nurimama2604@gmail.com, 2 sri.utaminingsih@umk.ac.id, 3 achmad.hilal@umk.ac.id ABSTRACT The purpose of this study was to develop a Problem Based Learning (PBL) model based on the traditional game “Bakiak” for learning mathematics at elementary schools. This study utilized Research and Development (R&D) methods with Borg and Gall model design which was simplified into 8 steps: (1) the potential and problems analysis; (2) data collection; (3) product design; (4) design validation; (5) design revision; (6) product testing; (7) product revision; and (8) trial use. The subjects in this study were fifth grade elementary school students at several schools in Kabupaten Pati. This study resulted in a PBL model based on “Bakiak” games for mathematics learning at elementary schools on the materials of speed, distance, and time for grade V. At the guiding phase, the investigation of individuals and groups was integrated with “Bakiak” games. The syntax for developing the model consisted of 7 stages, namely students’ orientation to problems, organizing students to learn, guiding individual and group investigations, assisting in data analysis, helping to find out mathematical concepts, developing work results, as well as analyzing and evaluating processes. The product and instruments were validated by media experts, material experts, and learning experts with a score of 3.47 (very good). Thus, the development of a PBL model based on “Bakiak” games was feasible to be used for learning mathematics. Keywords: developed models, problem based learning, bakiak game PENGEMBANGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS PERMAINAN BAKIAK PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan model Problem Based Learning (PBL) berbasis permainan tradisional bakiak di pada pembelajaran matematika di SD. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D). Penelitian ini menggunakan desain model Borg and Gall yang disederhanakan menjadi 7 langkah, yaitu tahap (1) petensi dan masalah; (2) pengumpulan data; (3) desain produk; (4) validasi desain; (5) revisi desain; (6) ujicoba produk; (7) revisi produk; (8) ujicoba pemakaian. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD di beberapa sekolah di kabupaten Pati. Hasil peneitian diperoleh produk pengembangan model PBL berbasis permainan bakiak pada pembelajaran matematika di Sekolah Dasar pada materi kecepatan, jarak, dan waktu pada kelas V. Pada fase membimbing penyelidikan individu dan kelompok diintegrasikan permainan bakiak. Sintak pengembangan model menjadi 7 tahap yaitu orientasi siswa pada masalah, mengorganisasikan siswa untuk belajar, membimbing penyelidikan individual dan kelompok, membantu analisa data, membantu menemukan konsep matematika, mengembangkan hasil karya, analisis dan evaluasi proses. Produk dan instrumen pengembangan model telah divalidasi oleh ahli media, ahli materi, dan ahli pembelajaran dengan nilai 3.47 (sangat baik), sehingga pengembangan model PBL berbasis permainan bakiak pada pembelajaran matematika di Sekolah Dasar ini layak digunakan. Kata Kunci: pengembangan model, problem based leraning, permainan bakiak Submitted Accepted Published 09 September 2020 03 Januari 2021 25 Januari 2021 Citation : Imama, N., Utaminingsih, S., & Madjdi, H. (2020). Developing Problem-Based Learning Model Based on Bakiak Game for Learning Mathematics at Elementary Schools. Jurnal PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran), 5(1), 07-19. DOI : http://dx.doi.org/10.33578/pjr.v5i1.8147. PENDAHULUAN Kualitas pendidikan harus kita tingkatkan karena pendidikan memiliki peranan penting dalam kehidupan diri sendiri, keluarga, bangsa dan negara. Upaya meningkatkan pendidikan melibatkan beberapa faktor, diantaranya adalah kurikulum, model dan metode pembelajaran yang merupakan komponen vital yang dapat membantu proses pembelajaran berlangsung secara efektif dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Beberapa ahli menyatakan bahwa dalam proses