Intervensi Senam Hamil Sebagai Upaya Meningkatkan Kesiapan Ibu ..., Tutik Rahayu, dkk. || 47 INTERVENSI SENAM HAMIL SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KESIAPAN IBU MENGHADAPI PERSALINAN NORMAL Tutik Rahayu 1 , Sri Wahyuni 2 , Moch Asphian 3 1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Islam Sultan Agung, Semarang, Indonesia ABSTRAK Pendahuluan: Kelurahan bandarharjo memiliki ibu hamil sebanyak 67, dan saat ini ada kurang lebih sejumlah 20 ibu hamil yang memasuki trimester ketiga yang sangat penting untuk dipersiapkan dengan baik agar dapat melahirkan secara sehat dan normal. Tujuan kegiatan pengmas ini untuk membentuk kelompok ibu hamil untuk mengikuti program edukasi, antenatal care, dan senam hamil. Metode Pemecahan permasalahan dilakukan dengan beberapa pendekatan di antaranya Berbasis pada mengikutsertakan kader kesehatan ibu yang ada di wilayah kelurahan badarharjo, Seluruh ibu hamil trimester ketiga sebagai sasaran target dalam program kegiatan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara konprehensif terkait SDM yang terlibat. Hasil pre test dan post test tentang pengetahuan senam hamil yang diberikan pada kader dan ibu hamil yang mengikuti kegiatan senam hamil terjadi peningkatan pengetahuan yang sangat baik. Semua peserta kegiatan menyatakan pendapat bahwa senam hamil yang dilaksanakan sangat memberikan manfaat menyatakan tubuh dan lebih sehat, merasa lebih bahagia, meningkatkan rasa percaya diri dan kesiapan ibu dalam menghadapi persalinan. Kesimpulan program kegiatan dengan membentuk kelompok ibu hamil untuk mengikuti kegiatan program edukasi antenatal care dan senam hamil efektif untuk meningkatkan kesiapan ibu dalam menghadapi persalinan normal dan sehat. Kata Kunci: antenatal care dan senam hamil Corresponding Author: Tutik Rahayu, Universitas Islam Sultan Agung, Jalan Raya Kaligawe KM. 4 Semarang, PO BOX 1054 Kode Pos 50112. Email: tutikrahayu@unissula.ac.id PENDAHULUAN Menilik capaian penurunan angka kematian ibu di ASEAN yang sudah menepati posisi 40-60 per 100 ribu kelahiran hidup, Indonesia masih memiliki angka kematian ibu yang cukup tinggi yaitu masih pada posisi 305 per 100 ribu kelahiran hidup berdasarkan survay penduduk antar sensus SUPAS 2015 Penyebab kematian tertinggi masih disebabkan perdarahan akibat adanya komplikasi pada kehamilan dan persalinan (Nurdiati, 2019). World Health Organization (WHO) memperkirakan 800 perempuan meninggal setiapharinya akibat komplikasi kehamilan dan proses kelahiran. Sekitar 80% kematian maternal merupakan akibat meningkatnya komplikasi selama kehamilan, persalinan dan nifas. Hampir dua pertiga kematian maternal disebabkan oleh penyebab langsung, yaitu perdarahan (25%), infeksi / sepsis (15%), eklamsia (12%), abortus yang tidak aman (13%), partus macet (8%), dan penyebab langsung lain seperti kehamilan ektopik,embolisme, dan hal-hal yang berkaitan denganmasalah anestesi (8%) (Irawan, 2015; Suhandoyo, 2017; Sitompul., Santosa., & Mutiara, 2013 dalam Wardiah & Hayati, 2019). Kehamilan dan persalinan sebenarnya merupakan suatu kondisi alamiah yang terjadi pada perempuan. Saat kehamilan perempuan akan mengalami berbagai perubahan baik fisik maupun psikologis. Perubahan perubahan yang dialami perempuan selama hamil dapat menimbulkan ketidaknyaman dan kecemasan (Larasati & Wibowo, 20120). Berapa hal tentang perawatan antenatal yang belum sepenuhnya dipahami brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Portal Jurnal Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA)