| 473
SWARNA
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ejournal.45mataram.ac.id/index.php/swarna
Vol. 1 No. 4 Desember 2022
e-ISSN: 2963-184X
pp. 473-479
IMPLEMENTASI TERAPI BERJEMUR TERHADAP PENURUNAN KADAR
GLUKOSA DARAH PADA USIA DEWASA DAN LANSIA DI DESA NGEPUNG
KABUPATEN GRESIK
Oleh
Ary Andini
1
, Endah Prayekti
2
, Gilang Nugraha
3
, Rizki Nurmalya Kardina
4
, Ardyarini
Dyah Savitri
5
, Siti Husnul Khotimah
6
, Arsya Tazkiya
7
, Salman Firmansyah
8
1,2,3,8
Program Studi D-IV Analis Kesehatan, Fakultas Kesehatan, Universitas Nahdlatul Ulama
Surabaya
4,6
Program Studi S1 Gizi, Fakultas Kesehatan, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
5,7
Program Studi S1 Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Nahdlatul Ulama
Surabaya
Email: aryandini@unusa.ac.id
1
Article History:
Received: 13-11-2022
Revised: 18-11-2022
Accepted: 03-12-2022
Abstract: Diabetes melitus merupakan penyakit metabolic yang tiap
tahun mengalami peningkatan tidak hanya diperkotaan, namun juga di
pedesaan seperti desa Ngepung, Kecamatan Kedamean, Kabupaten
Gresik. Tujuan dilaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat
(PkM) ini adalah untuk mengimplemetasikan terapi berjemur di pagi hari
secara rutin guna menurunkan resiko diabetes melitus dan memberikan
alternatif bagi masyarakat terutama lansia untuk menerapkan pola hidup
sehat sebagai pencegahan terhadap penyakit diabetes melitus. Metode
pelaksanaan yang dilakukan meliputi penyuluhan diet sehat dan manfaat
terapi berjemur di pagi hari dan pemeriksaan kadar glukosa darah pada
hari ke-1 sebelum terapi berjemur dan ke-7 setelah melakukan terapi
berjemur. Kegiatan penyuluhan diikuti 29 warga dengan target usia usia
40 tahun keatas. Implementasi berjemur di pagi hari dilakukan selama 10
menit selama 7 hari. Berdasarkan hasil kegiatan menunjukkan bahwa
penyuluhan mampu meningkatkan antusiasme masyarakat untuk hidup
sehat. Namun, untuk implementasi kegiatan terapi berjemur hanya
diikuti 16 peserta pada hari ke-1 namun hari ke-7 sejumlah 9 orang.
Keywords:
Diabetes Melitus, Terapi,
Berjemur, Gresik
© 2022 SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
PENDAHULUAN
Diabetes melitus adalah penyakit kronik dengan gejala kadar glukosa darah
sewaktu >200 mg/dl, dan kadar glukosa puasa >126 mg/dl. Penderita diabetes melitus
memiliki beberapa gejala antara lain adalah sering kencing, sering lapar, sering haus,
berat badan turun dan kesemutan. Berdasarkan RISKESDAS 2013, terjadi peningkatan
prevalensi penderita diabetes melitus dari 1,1 persen (2007) menjadi 2,1 persen
(2013)(Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 2013).
Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan penyakit metabolik yang disebabkan karena
terjadinya resistensi insulin yang menyebabkan kadar glukosa darah tinggi karena
produksi insulin oleh sel beta pancreas mengalami penurunan. Faktor yang
mempengaruhi seseorang menderita Diabetes melitus tipe 2 adalah usia lanjut,