Jurnal Social Economic of Agriculture, Volume 4, Nomor 2, Desember 2015 49 EFISIENSI SALURAN PEMASARAN JAGUNG MANIS DI DESA RASAU JAYA I KECAMATAN RASAU JAYA KABUPATEN KUBU RAYA HERIANTO 1) , ANI MUANI 2) , EVA DOLOROSA 2) 1) Alumni Magister Manajemen Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak 2) Tenaga Kependidikan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak ABSTRACT This study aims to : 1) Determine the functions of marketing channels. 2) Determine the value of the cost advantage is issued by each each of maize marketing channels that exist in the study area. 3 ) Know efficiency of the marketing channels of corn. This study used a survey method that is done by taking a sample of the population and the questionnaire as a data collection tool that subject , and immediately went to study sites to obtain information necessary research. The most efficient channel is the channel the consumer to the producer Keywords : Efficiency of marketing , channel marketing , the respondent , the marketing margin . PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara pertanian, artinya sektor pertanian dalam tatanan pembangunan nasional memegang peranan penting, karena selain bertujuan menyediakan pangan bagi seluruh penduduk, pertanian juga merupakan sektor andalan penyumbang devisa negara dari sektor non migas. Besarnya kesempatan kerja yang diserap dan besarnya jumlah penduduk yang masih bergantung pada sektor ini memberikan arti bahwa dimasa mendatang sektor ini masih perlu ditingkatkan (Soekartawi, 1995). Di Indonesia, jagung merupakan bahan pangan penting sumber karbohidrat kedua setelah beras. Di samping itu, jagung pun digunakan sebagai bahan makanan ternak (pakan) dan bahan baku industri. Penggunaan sebagai bahan pakan yang sebagian besar untuk ternak ayam ras menunjukkan tendensi makin meningkat setiap tahun dengan laju kenaikan lebih dari 20%. Sebaliknya, penggunaan jagung untuk bahan pangan menurun (Adisarwanto dan Erna, 2002). Kebutuhan ini hanya dipenuhi sebesar 174 ribu ton. Akibatnya kekurangan itu harus dipenuhi dengan cara mengimpor. Dalam upaya pengurangan impor jagung maka Kalbar terus berupaya mengembangkan produksi jagung. diantaranya Kabupaten Kubu Raya dengan lahan jagung seluas 7.135 Ha, (BPS Kalbar, 2013). Kebutuhan jagung tidak setiap saat terpenuhi. Walaupun jagung mudah diusahakan dan selalu ditanam, namun pada saat tertentu persediaan jagung dipasaran bebas berkurang. Hal ini merupakan masalah bagi peternak, sebab peternak dituntut untuk memenuhi ransum ternaknya demi kelangsungan usahanya. Agar kelangsungan persediaan jagung tetap ada, berbagai cara dan usaha telah dilakukan. Dengan basis data yang memadai dapat diperkirakan produksi atau kebutuhan jgung secara lebih tepat.