PAWANG DALAM SENI PERTUNJUKAN JARANAN DI DESA SRANTEN BOYOLALI Hesti Wijayanti Agus Cahyono Alumni Mahasiswa Jurusan Sendratasik, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang Email: hesti33@yahoo.com Sari Seni pertunjukan jaranan di Desa Sranten identik dengan terjadinya kesurupan, karena terdapat pawang yang mengatur jalannya seni pertunjukan jaranan. Latar belakang dalam Penelitian ini peneliti memilih pawang sebagai objek dari penelitian, dikarenakan masih terdapat keinginan untuk mendalami hal-hal yang bersifat spiritual dan masih banyak yang belum tahu proses menjadi pawang. Penelitian ini diharapkan bermanfaat sebagai referensi dan memperluas pengetahuan bagi calon pawang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan etnokoreologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, teknik wawancara dan teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data yang digunakan triangulasi sumber. hasil penelitian yaitu aspek-aspek yang ada dalam seni pertunjukan jaranan: sebelum pertunjukan (ritual, mantra, persiapan penari, properti dan pelaku), saat pertunjukan (gerak, iringan, tata rias dan busana, atraksi, ritual dan mantra, peran pawang) dan sesudah pertunjukan (ritual dan mantra). Peranan pawang yaitu menyadarkan penari yang kesurupan dan mengatur jalannya pertunjukan. Lelaku pawang dari trah keturunan harus berani menjalankan dasar-dasar yang berhubungan dengan gaib. Proses menjadi pawang dapat dilakukan dengan berkunjung kerumah pawang atau guru. Proses menjadi pawang juga harus menaati semua peraturan dan persyaratan yang diberikan pawang kepada calon pawang. Pawang harus mengerti bahasa sandi yang digunakan penari saat kesurupan. Kata Kunci : pawang, seni pertunjukan jaranan, aspek-aspek pertunjukan; PENDAHULUAN Seni pertunjukan jaranan di Desa Sranten sebelumnya terdapat dua kelompok seni pertunjukan yang ada, yaitu kelompok seni pertunjukan Kudo Taruno yang ada di Dukuh Karangbendo dan kelompok seni pertunjukan yang ada di Dukuh Kaworan. Seni pertunjukan di Dukuh Kaworan hanya bertahan 6 tahun. Seni pertunjukan jaranan Kudo Taruna walaupun awalnya hanya tingkat Dukuh sekarang sudah tingkat Desa. Seni pertunjukan Jaranan Kudo Taruno lebih dikenal pada masyarakat di dalam Desa maupun di luar Desa dengan sebutan seni pertunjukan jaranan Desa Sranten. Seni pertunjukan jaranan di Desa Sranten identik dengan terjadi kesurupan dan atraksi-atraksi yang dilakukan oleh penari- penari jaranan, membuat seni pertunjukan jaranan memiliki daya tarik tersendiri. Sebelum para penari jaranan kesurupan terdapat proses pemanggilan roh halus yang dilakukan oleh pawang. Pawang biasanya menyiapkan sesaji yang digunakan untuk ritual. Ritus sering mengandung makna upacara, yaitu tindakan atau perbuatan yang terkait oleh aturan-aturan tertentu menurut adat dan agama. Tindakan agama lazimnya dilakukan dalam upacara atau ritus, sehingga dapat pula dikatakan bahwa ritus adalah tindakan (Lubis 2007: 190).