Hidayat, I.F., Jurnal ROTOR, Volume 9 Nomor 1, April 2016 24 PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK KULIT BUAH MAJA TERHADAP LAJU KOROSI BAJA KARBON A53 DENGAN MEDIA AIR LAUT Iwan Faisal Hidayat 1 , Sumarji 2 1 Alumni Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Jember 2 Staf Pengajar Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Jember Jl. Kalimantan 37 Jember 68121 Email: sumarji.mesin@gmail.com ABSTRACT Corrosion is damage or degradation of the metal due to a redox reaction between a metal with a variety of substances in the environment that produce compounds that are not desired. Corrosion is a chemical phenomenon that occurs on metallic materials in a wide range of environmental conditions. Research on the use of tannin as a reaction inhibitor of steel corrosion in a salt solution has been carried out. One of the natural substances containing the compound tannin is maja fruit. Many contain tannins in the skin maja fruit can be used to inhibit the corrosion reaction baja. This study aims to determine the effect of the corrosion rate in carbon steel A53 in a solution of sea water with a variety of fruit skin extracts maja. Variabel used are varied concentration maja fruit skin extracts with a percentage of 0%, 0.1%, 0.2%, 0.3%, and 0 , 4%. While the parameters measured were weight loss. Corrosion rate of carbon steel A53 average at concentrations of 0% is 1.7041 mdd, 0.1% is 0.4674 mdd, 0.2% is 0.4488 mdd, 0.3% is 0.3921 mdd, and 0.4% is 0.3356 mdd. The average efficiency inhibitor maja fruit skin extracts after soaking for 45 days was 75.88% and the most effective immersion occurs on a day to 35 days amounted to 76.12%. Keywords: Corrosion, Skin Fruit Extract Maja, Corrosion Rate. PENDAHULUAN Kemajuan industri di Indonesia sangat pesat, hal ini membuat teknologi semakin maju. Namun tak bisa dipungkiri bahwa tiap-tiap industri pasti punya masalah yang tidak sedikit. Masalah yang hampir selalu ada adalah korosi. Korosi menyerang di semua industri tanpa pandang bulu. Korosi merupakan kerusakan material yang disebabkan oleh pengaruh lingkungan sekelilingnya [1]. Adapun proses korosi yang terjadi disamping oleh reaksi kimia, juga diakibatkan oleh proses elektrokimia yang melibatkan perpindahan elektron-elektron, entah dari reduksi ion logam maupun pengendapan logam dari lingkungan sekeliling. Korosi merupakan fenomena kimia yang terjadi pada bahan logam di berbagai macam kondisi lingkungan. Jika dilihat dari sudut pandang kimia, korosi merupakan reaksi logam menjadi ion pada permukaan yang kontak langsung dengan lingkungan air dan oksigen [2]. Sedangkan versi lain menyebutkan korosi adalah proses alami yang terjadi pada material logam yang berakibat menurunnya kekuatan dari material logam tersebut. Proses korosi yang terjadi secara alami sangat sulit dihindari, usaha yang dilakukan hanya dapat menghambat laju korosi yang terjadi dengan cara melakukan pencegahan. Beberapa cara yang dapat memperlambat laju reaksi korosi antara lain dengan cara pelapisan permukaan logam agar terpisah dari medium korosif, membuat paduan logam yang cocok sehingga tahan korosi, dan dengan penambahan zat tertentu yang berfungsi sebagai inhibitor reaksi korosi [3] Sejauh ini penggunaan inhibitor merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk mencegah korosi, karena biayanya yang relative murah dan prosesnya yang sederhana [4]. Inhibitor korosi merupakan bahan yang ditambahkan kedalam medium untuk mencegah atau menurunkan laju korosi logam dengan lingkungannya. Penelitian mengenai penggunaan senyawa tanin sebagai inhibitor reaksi korosi baja dalam larutan garam telah dilakukan. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, didapatkan bahwa senyawa tanin dapat menginhibisi reaksi korosi baja dalam larutan garam. Tanin di permukaan baja akan menghambat reaksi korosi baja dengan cara membentuk senyawa komplek dengan Fe(III). Senyawa komplek ini akan menghalangi serangan ion korosif di permukaan baja. Adapun ion-ion korosif dalam laruran garam dapat dalam bentuk ion-ion klorida. Tetapi penggunaan ekstrak bahan alam yang banyak mengandung senyawa tanin untuk mengahambat laju reaksi korosi baja dalam larutan garam belum pernah dilaporkan sebelumnya. Salah satu bahan alam yang mengandung senyawa tannin adalah buah maja. Banyaknya kandungan tanin di dalam kulit buah maja ini dapat dipakai untuk menghambat laju reaksi korosi baja. Kemudian kulit buah maja sering hanya dibuang dan tidak bisa dimanfaatkan dengan maksimal. Berdasarkan hal ini perlu dilakukan suatu penelitian untuk mengetahui daya inhibisi ekstrak kulit buah maja terhadap laju korosi baja dalam brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by ROTOR