336 J. Hort. Vol. 24 No. 4, 2014 Repelensi Minyak Atsiri Tehadap Hama Gudang Bawang Ephestia cautella (Walker) (Lapidoptera: Pyrallidae) di Laboratorium [Repellency of Essential Oils Against of Shallot Stored Insect Ephestia cautella (Walker) (Lepidoptera : Pyrallidae) Under Laboratory Condition] Hasyim, A, Setiawati, W, Jayanti, H, dan Krestini, EH Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Jln. Tangkuban Parahu 517, Lembang, Bandung Barat 40391 E-mail : ahsolhasyim@yahoo.co.id Naskah diterima tanggal 11 September 2014 dan disetujui untuk diterbitkan tanggal 3 Oktober 2014 ABSTRAK. Minyak atsiri yang berasal dari tanaman adalah salah satu bahan yang dapat berfungsi seperti fumigan dan mempunyai prospek untuk digunakan dalam melindungi produk yang disimpan di gudang penyimpanan. Minyak atsiri harus mempunyai kemampuan untuk mengusir serangga hama agar serangga tidak masuk ke dalam umbi bawang merah yang disimpan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh minyak atsiri terhadap aktivitas biologi serangga dewasa dan larva hama gudang bawang Ephestia cautella. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Lembang dari bulan Juni sampai dengan Desember 2012 pada temperatur 27± 2 o C dan kelembaban 75–80%. Penelitian dilaksanakan dalam empat tahapan kegiatan. Penelitian pertama untuk mengetahui repelensi minyak atsiri terhadap serangga dewasa E. cautella, penelitian kedua untuk mengetahui pengaruh minyak atsiri terhadap penghambatan peneluran imago betina E. cautella, penelitian ketiga untuk mengetahui repelensi larva E. cautella terhadap minyak atsiri, dan penelitian keempat untuk mengetahui pengaruh atsiri terhadap indeks nutrisi larva E. cautella instar-3. Rancangan percobaan yang digunakan ialah rancangan acak kelompok terdiri atas enam perlakuan dan diulang empat kali. Metode penelitian yang digunakan ialah metode pencelupan (dipping methods). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa minyak eucalyptus memiliki persentase repelensi imago E. cautella tertinggi mencapai 46% pada 24 jam setelah aplikasi. Penghambatan peneluran E. cautella pada semua perlakuan minyak atsiri menunjukkan persentase lebih dari 75% dan tidak berbeda nyata tetapi minyak atsiri kayu manis memiliki nilai persentase penghambatan peneluran tertinggi mencapai 85,23%. Perlakuan minyak atsiri akar wangi pada pengamatan repelensi larva E. cautella menunjukkan persentase tertinggi (50%) dengan kelas repelensi 3. Pengaruh minyak atsiri jeruk purut terhadap indeks nutrisi larva E.cautella menunjukkan bahwa minyak atsiri ini dibandingkan dengan minyak atsiri lainnya, mampu menghambat penyerapan nutrisi larva sehingga dapat mengganggu pertumbuhan larva, dengan nilai laju pertumbuhan relatif (RGR) 0,11 mg/mg/hari. Manfaat penelitian ini adalah dapat menambah informasi tentang kemampuan minyak atsiri dari bahan eucalyptus, serai wangi, akar wangi, kayu manis, dan jeruk purut sebagai sumber insektisida alami yang dapat digunakan secara aman, murah, dan ramah lingkungan dalam upaya pengendalian hama gudang bawang merah E. cautella. Katakunci: Repelensi; Minyak atsiri; Hama gudang; Insektisida alami ABSTRACT. Plant essential oils as are one of the materials that act like a contact-fumigant, offering the prospect for use in stored product protection. Plant essential oils must have the ability to repel the insect pest in order to prevent penetration to shallot stored. Studies were conducted to assess the biological activity of essential oils against adult and larvae of shallot stored insect pest E. cautella from June to December 2012 at Laboratory of Indonesian Vegetables Research Institute, under controlled environmental conditions (27± 2 o C and 75–80% RH). Four bioassays were conducted. The frst assay was conducted to determine effect of essential oil on repellency of E. cautella adult. The second assay was conducted to determine effect of essential oil on oviposition deterrent of adult female, E. cautella. The third assay was conducted to determine the effect of essential oil on repellency of instars larvae of E. cautella and the four assays was conducted to determine antifeedant effect of essential oil against third instars larvae of E. cautella. The experiment was arranged in randomized block design with six treatments and four replication. Bioassay was done by leaf residual method. The results showed that the eucalyptus oil has highest reaching reppelent percentage of imago E.cautella its 46% at 24 hours after application. Oviposition deterrent of E. cautella on all treatments showed the percentage of all essential oils more than 75% and not signifcantly different from the results of statistical tests, where the essential oil of cinnamon has the highest value of percentage of oviposition deterrent reaches 85.23%. Vetiver essential oil treatment on the observation of E. cautella larvae repellent showed the highest percentage (50%). Effect of essential oils against E. cautella larvae nutritional indices showed that this essential oil compared to other oils, can inhibit the absorption of nutrition larvae, which could interfere the growth of the larvae, with the relative growth rate (RGR) 0.11 mg/mg/day. The beneft of this research is to add information about the ability of essential oil of eucalyptus, citronella, vetiver, cinnamon as a source of natural insecticides that can be used safely, inexpensive and environmentally friendly pest control in an effort to controlled shallot storage/warehouse pest E.cautella. Keywords: Repellency; Essential oil; Stored insect; Natural insecticide Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas sayuran unggulan yang sejak lama diusahakan oleh petani secara intensif. Komoditas sayuran ini termasuk ke dalam kelompok rempah tidak bersubstitusi yang berfungsi sebagai bumbu penyedap makanan serta bahan obat tradisional. Di Indonesia bawang merah banyak diusahakan di dataran rendah dibanding di dataran tinggi, karena pengusahaannya J. Hort. 24(4):336-345, 2014