PARADIGMA Vol: XXI/No, 01 Juli 2015 70 KAPABILITAS ORGANISASI SEKOLAH DALAM MELULUSKAN SISWA : Kasus Kelulusan UN di sekolah “SMA Mahanaim Bekasi” Joko Pramono Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Islam “45” Bekasi ABSTRAK Sekolah dengan fasilitas yang banyak seperti Bekas sekolah unggulan seringkali prestasinya dalam kelulusan di UN tidak sebaik sekolah biasa, padahal fasilitas yang ada di sekolah tersebut dapat dikatakan cukup. Ini berarti ada factor lain yang dapat mempengaruhi kinerja organisasi ini. Salah satu faktornya adalah tingkat sinergisme yang ada pada organisasi tersebut, sehingga kapabilitas organisasinya tidak optimal. Penelitian ini dilakukan dengan metoda studi kasus, pola sinergisme pada SMA “Mahanaim”. Hasil penelitian menyebutkan bahwa di SMA Mahanaim Fasilitas sekolahnya dapat dikatakan lengkap, tetapi kualitas gurunya dapat dikatakan biasa saja (umumnya dari S1 pendidikan atau umum), para guru gtersebut digaji tidak terlalu tinggi, bahkan pernah juga gaji diberikan tidak tepat waktu. Guru diberikan tugas untuk mendidikan murid sebaik mungkin sehingga kualitas pendidikannya baik. Walaupun guru diupah secukupnya saja tetapi semangat kerja mereka tetap tinggi, hal ini didorong oleh semangan spiritualisme (melayani tuhan). Dusarankan supaya setiap organisasi merumuskan faktir utama yang mampu membangkitkan motovasi kerja dan kemudian menyusun struiktur organisasi yang sesuai sehingga kapabilitas organisasinya baik. Kata Kunci: Kapabilitas Organisasi, Fit (sinergisme) Organisasi. Kualitas proses organisasi, Struktur organisasi. Latar Belakang Sudah agak lama juga telah dicanangkan program Ujian Nasional (UN), dimana tingkat kelulusan siswa sangat ditentukan oleh hasil nilai UN tersebut. Beberapa tahun ini UN juga diterapkan pada tingkat Sekolah Dasar (SD), walaupun system pelaksanaannya tidak persis sama dengan di SLTP dan SLTA. Banyak kritikan pada program UN ini baik oleh pihak sekolah maupun oleh murid dan orang tua murid, karena beratnya standart mutu kelulusan yang ditentukan padahal mutu setiap sekolah tidak sama. Banyak kecurangan ditemukan yang dilakukan oleh baik oleh pihak sekolah maupun oleh pihak murid dalam mencari jalan pintas supaya lulus ujian UN ini. Untuk Sekolah Unggulan dianggap akan mampu memberikan pelayanan prima dalam bidang pendidikan. Pelayanan prima dalam hal ini adalah: pelayanan terbaik yang diberikan sesuai standar mutu yang memuaskan dan sesuai harapan atau melebihi harapan. Dengan demikian terdapat anggapan bahwa sekolah unggulan akan mampu memberikan pelayanan prima kepada anak didiknya, melebihi sekolah lain. Data dari Dinas Pendidikan Kota Bekasi menyebutkan bahwa pada UN tahun 2011 terdapat 22.283 peserta UN, tidak lulus 739 siswa.