SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN FISIKA V 2019 "Peran Pendidik Fisika dalam Mempersiapkan Society 5.0" Program Studi Pendidikan Fisika, FKIP, UNIVERISTAS PGRI Madiun Madiun, 31 Juli 2019 1 Avaliable online at :http://e-journal.unipma.ac.id/index.php/snpf Makalah Pendamping Bangsa Peran Pendidik Fisika dalam Mempersiapkan Society 5.0 ISSN : 2527-6670 Pengaruh Penerapan Modul Fisika Berbasis Setrada (Seni Tari Dan Drama) Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa SMK Intan Fatmawati 1 , Jeffry Handhika 2 , Erawan Kurniadi 3 1,2,3) Prodi Pendidikan Fisika, Universitas PGRI Madiun, Madiun 63118, Indonesia E-mail: 1) intanfatmawati82@gmail.com; 2) jhandhika@unipma.ac.id; 3) Erawan@gmail.ac.id Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian Eksperimen yang menggunakan metode single pretest posttest yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan modul fisika berbasis SETRADA (Seni Tari dan Drama) terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Teknik analisis data menggunakan uji non parametrik yaitu uji Wilcoxon sign rank test. Subjek penelitian ini berjumlah 12 siswa dari kelas X TPMI SMK Gula Rajawali Madiun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan mudul berpengaruh terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi dengan menggunakan uji Wilcoxon diperoleh informasi pada positif ranks bahwa ke 12 siswa yang diuji mengalami peningkatan pembelajaran setelah diberi treatment dengan perolehan rata-rata 6,50 dan sum 78,00. Kata kunci: Modul, SETRADA, Kemampuan berpikir tingkat tinggi Pendahuluan Pada abad 21 dunia sedang memasuki tantangan global yang disebut dengan era revolusi industry 4.0. Pada abad ini semua aspek dalam kehidupan mengalami peningkatan, terutama pada dunia pendidikan. Sebagaimana yang diketahui pendidikan menjadi faktor utama yang berpengaruh dalam meningkatkan sumber daya manusia dan kemajuan suatu negara (Destiana, 2019). Supaya kualitas sumber daya manusia meningkat, maka diperlukannya pendidikan yang berkualitas. Peningkatan kualitas bisa dilakukan melalui proses pembelajaran dengan menerapkan bahan ajar yang bersifat spesifik, teratur, dan unik (Sungkono, 2009). Pentingnya bahan ajar dalam proses pembelajaran adalah melatih siswa menjadi mandiri dengan adanya bahan ajar guru hanyalah sebatas fasilitator. sedangkan peran bahan ajar bagi siswa yaitu sebaga alterrnatif lain dalam pembelajaran. Bentuk dari pengembangan bahan ajar salah satunya modul. Menurut (Prastiwi, Sriyono, & Nurhidayati, 2016) modul yaitu suatu bahan ajar cetak yang disusun secara sistematis yang dapat digunakan siswa untuk belajar secara mandiri. Pembelajaran menggunakan modul siswa dapat belajar secara individu ataupun tim, mereka dapat menyelesaikan