FAULT TOLERAN UNTUK NANOSCALE MEMORY MENGGUNAKAN REED SOLOMON CODE Zaiyan Ahyadi (1) (1) Staf Pengajar Teknik Elektro Politeknik Negeri Banjarmasin Ringkasan Industri chip silikon berlomba mengikuti hukum Moore, yang menjadikan ukuran transis- tor tambah mengecil menuju orde nano meter yang disebut dengan nanoelektronik. Pera- latan pertama yang diprediksi bakal menerapkan teknologi nanolektronik adalah memori, karena keteraturan struktur sel memori memnyebabkan memori lebih mudah dibuat da- lam ukuran nanometer, yang disebut dengan nano memori. Ukuran transistor atau peralatan chip silikon lainnya yang sangat kecil menyebabkan fe- nomena fisis pada chip silikon tadi akan berubah. Hal ini berarti juga akan mengubah ka- rakteristik dari memori yang terbuat dari chip silikon. Salah satu fenomena tersebut ada- lah mudahnya nano memori terkena dampak paparan dari partikel kosmis yang menye- babkan error yang tidak permanen, yang disebut sebagai soft error. Tulisan ini mengusulkan suatu teknik fault toleran untuk mitigasi soft error dengan meng- gunakan kode Reed Solomon. Teknik ini mempunyai karakteristik mampu memperbaiki error yang terjadi dalam suatu blok pada suatu kode data. Kata Kunci : Reed Solomon, memory fault tolerant, error correction code 1. PENDAHULUAN Latar Belakang Kemajuan elektronika tidak dapat dipisah- kan dengan ditemukannya transistor dan chip silikon. Tujuan utama dari desain chip silikon a- dalah bagaimana agar hasil desain mempunyai area yang kecil dan critical path yang pendek. Berkaitan dengan hal yang pertama, Gordon Moore salah satu pendiri perusahan Intel me- ngemukakan sebuah pendapat yang akhirnya menjadi suatu aturan yang disebut hukum Moore. Hukum ini menyatakan bahwa jumlah transistor dalam suatu chip akan menjadi dua kali lipat setiap dua tahun [1] . Semua industri per- alatan elektronik berusaha untuk mengikuti hu- kum ini, karena jika tidak, maka akan menye- babkan seolah-olah produk mereka ketinggalan zaman. Ukuran transistor atau peralatan silikon sekarang ini yang mempunyai ukuran dalam or- de mikrometer diprediksi akan terus menyusut menjadi ukuran dalam orde nano meter. Memori adalah merupakan salah satu per- alatan chip silikon yang akan segera memulai menerapkan ukuran dalam orde nanometer. Hal ini disebabkan sel-sel memori mempunyai struk- tur internal yang teratur sehingga memberikan kemudahan untuk dibuat sangat kecil. Namun mengecilnya ukuran transistor ini hampir mencapai titik jenuh atau jalan buntu (face the brick wall) [2] . Karena mengecilnya u- kuran suatu chip menyebabkan perubahan fe- nomena fisis yang terjadi di dalamnya. Ini ber- arti sifat-sifat fisis peralatan silikon dengan ukur- an mikrometer akan berbeda ketika ukurannya menjadi nanometer. Salah satunya adalah feno- mena soft error [3] yang telah ditemukan pada chip memori dengan ukuran sel dibawah 100 mikrometer. Soft error adalah error yang terjadi karena terpapar oleh suatu partikel dengan kecepatan tinggi, yang bisa menyebabkan suatu sel beru- bah nilai logika dari satu menjadi nol dan se- baliknya. Error ini bersifat tidak permanen, arti- nya ketika sistem dimatikan kemudian dihidup- kan kembali error tersebut belum tentu terjadi lagi. Hal ini karena error tidak disebabkan oleh kerusakan fisik. Error terjadi karena ukuran sel yang sangat kecil sehingga memudahkannya untuk berubah logika. Beberapa metode telah ditawarkan untuk mitigasi soft error. Mulai dari perbaikan teknik produksi, penambahan layer pelindung dan sampai modifikasi arsitektur sel memori [3] . Pengubahan sistem kode data dari biner bi- asa menjadi kode Reed Solomon adalah salah satu metode fault tolerant yang ditawarkan. Pe- nulis mencoba menggali metode ini dengan mencoba mendesain encoder dekoder Reed Solomon untuk nano-scale memori dengan me- nggunakan alat bantu VHDL dan FPGA. 2. TINJAUAN PUSTAKA Kode Reed Solomon (RS) diperkenalkan o- leh Reed dan Solomon pada tahun 1960 [4] . Jurnal POROS TEKNIK, Volume 5, No. 1, Juni 2013 : 24 - 30 24