71 Aina Vahrina, Theresia Widyastuti, Darwoto: Kajian Motif Wijaya Kusuma Pada Batik Cilacap Volume 17 No.1 Januari 2020 KAJIAN MOTIF WIJAYA KUSUMA PADA BATIK CILACAP Aina Vahrina Kriya Tekstil, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Sebelas Maret, SurakartaEmail: ainamemotret@gmail.com Theresia Widyastuti Kriya Tekstil, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Sebelas Maret, Surakarta Email: theresia.widiastuti@yahoo.co.id Darwoto Kriya Tekstil, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Sebelas Maret, Surakarta Email: dwtdnr@gmail.com ABSTRAK Kabupaten Cilacap memiliki motif batik khas yang menggambarkan potensi daerah, yaitu motif bunga Wijaya Kusuma. Motif ini sangat identik dengan Pulau Majeti, Nusakambangan, Kabupaten Cilacap sebagai tempat yang ditumbuhi bunga wijaya kusuma. Sejak puluhan tahun, motif bunga Wijaya Kusuma masih eksis hingga saat ini. Hal tersebut menarik untuk dikaji dari segi bentuk wujud motifnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji motif bunga Wijaya Kusuma dengan menjelaskan wujud atau penampakan visual menurut teori Djelantik dan teori penunjang pendekatan nilai ekonomi. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan teknik snowball sampling yang didukung oleh data dari narasumber, dokumen, tempat dan peristiwa dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan perekaman. Proses analisis data menggunakan teknik analisis data model interaktif serta pemeriksaan keabsahan data menggunakan metode trianggulasi. Hasil penelitian berupa: 1) Penampakan visual motif utama, motif pendukung dan isen-isen pada corak Tirtotejo Ceplok Wijaya Kusuma, corak Kawung Wijaya Kusuma dan corak Truntum Wijaya Kusuma; 2) nilai ekonomi pada batik tersebut sangat menguntungkan dan dapat meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga maupun sebagai pembuka lapangan pekerjaan untuk warga sekitar. Kata kunci: Penampakan Visual, Wijaya Kusuma, Batik Cilacap. ABSTRACT Cilacap has a unique batik motif named Wijaya Kusuma that represents the region. The motif is very attached to Majeti Island, Nusakambangan, Cilacap as one of the very few places in Indonesia that the fowers can grow to. Wijaya Kusuma motif exists for tens of years, that is why the writer is interested to conduct a research about it. This research aims to study about Wijaya Kusuma motif by describing its visual appearance based on Djelantik’s theory and the supporting theory of the economic approach. The writer uses a qualitative method in her research with a snowball sampling technique. The data source came from some informants, documents, events and places with interviews and sound recordings as data collection methods. The writer uses interactive data analysis to analyze the data and triangulation method to test the validity of the data. The results of this research can be named as follows: 1) The visual display of the primary motif, the proponent motif and the complementary motif of Tirtotejo Ceplok Wijaya Kusuma, Kawung Wijaya Kusuma and Truntum Wijaya Kusuma motif; 2) the economic value of those batik motifs are very proftable thus can create more job opportunities so that it will increase the family income for the local citizens. Keywords: Visual Display, Wijaya Kusuma, Cilacap Batik.