JURNAL HIMASAPTA, Vol. 7, No. 2, Agustus 2022: 107 - 110 107 Kajian fuel ratio pada alat gali muat overburden Komatsu PC800 SE dan Volvo EC700 Lc Study of fuel ratio on overburden excavating equipment Komatsu PC800 SE and Volvo EC700 Lc Rahmad Saleh * , Uyu Saismana, Eko Santoso Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Lambung Mangkurat e-mail: *saleh.rahmad21@gmail.com, uyu@ulm.ac.id, eko@ulm.ac.id ABSTRAK Fuel ratio didefinisikan sebagai perbandingan antara fuel consumption dan produktivitas. Berdasarkan pengamatan awal, didapatkan bahwa aktual fuel ratio adalah 0,239 liter/BCM untuk alat gali muat Komatsu PC800 SE dan untuk alat gali muat Volvo EC700 Lc yaitu 0,203 liter/BCM. Fuel ratio ini tidak boleh lebih tinggi dari target yang ditetapkan PT Senamas Energindo Mineral di akhir Juli 2017 yaitu 0,203 liter/BCM. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi pada kegiatan pemindahan overburden berupa waktu siklus, waktu tunda, dan bucket fill factor, serta sifat material berupa kepadatan dan swell factor. Berdasarkan pengamatan dan simulasi didapatkan bahwa peningkatan terbaik untuk alat gali muat dicapai jika perbaikan dilakukan pada peningkatan efisiensi kerja dengan cara meminimalkan waktu tunda yang dapat dihindari dan dapat diterapkan di lapangan serta meningkatkan nilai cycle time untuk masing-masing alat gali muat. Perbaikan ini akan meningkatkan efisiensi kerja menjadi 68% dan cycle time menjadi 25,2 detik untuk alat gali muat Komatsu PC800 SE, serta efisiensi kerja menjadi 70% dan cycle time menjadi 26,1 detik untuk alat gali muat Volvo EC700 Lc. Kata-kata kunci: efisiensi, fuel consumption, produktivitas ABSTRACT The fuel ratio is defined as the ratio between fuel consumption and productivity. Based on preliminary observations, it was found that the actual fuel ratio was 0.239 liters/BCM for the Komatsu PC800 SE digger and for the Volvo EC700 Lc digger, which was 0.203 liters/BCM. This fuel ratio should not be higher than the target PT Senamas Energindo Mineral set at the end of July 2017, which is 0.203 liters/BCM. The methodology used in this study is observing overburden removal activities in the form of cycle time, delay time, and bucket fill factor, as well as material properties such as density and swell factor. Based on observations and simulations, it was found that the best improvement for excavating equipment was achieved if improvements were made to increase work efficiency by minimizing the avoidable delay time that could be applied in the field and increasing the cycle time value for each digging tool. This improvement will increase work efficiency to 68% and cycle time to 25.2 seconds for the Komatsu PC800 SE digging tool, as well as work efficiency to 70% and cycle time to 26.1 seconds for the Volvo EC700 Lc excavator. Keywords: efficiency, fuel consumption, productivity PENDAHULUAN PT Senamas Energindo Mineral Menggunakan metode tambang terbuka. Peralatan mekanis yang membantu terlaksananya kegiatan penambangan seperti backhoe untuk pembongkaran material overburden. Salah satu komponen untuk mencapai keberhasilan pemindahan tanah mekanis adalah seberapa besar fuel ratio peralatan mekanis dapat dimanfaatkan seefektif dan seefisien mungkin agar hasil yang diperoleh maksimal sesuai dengan target perusahaan. Tingginya nilai fuel ratio pada alat gali muat PC800 SE dan EC700 Lc yang tidak sesuai dengan target perusahaan Agar mengetahui alat mana yang efektif dan efisien dilihat dari fuel ratio. Fuel ratio adalah perbandingan antara penggunaan bahan bakar fuel (liter) dengan produktivitas (BCM). Nilai fuel ratio secara aktual di lapangan yaitu untuk alat gali PC800 SE adalah 0,239 liter/BCM sedangkan untuk alat gali muat EC700 Lc adalah 0,203 liter/BCM. Nilai fuel ratio tidak boleh melebihi dari angka yang telah ditentukan oleh perusahaan. Maka dari itu perlu dilakukan analisa optimalisasi nilai fuel ratio secara aktual agar nilai fuel ratio tidak melebihi target dalam kegiatan penambangan ini. METODOLOGI Data yang diperlukan dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Data primer merupakan data yang diambil secara langsung di lapangan, data yang didapatkan oleh penulis berupa data cycle time alat mekanis yang diamati, HM dan jumlah pengisian fuel, swell factor. Data sekunder merupakan data yang diminta penulis dari perusahaan dari berbagai departemen, data yang didapatkan penulis berupa data iklim dan curah hujan, sejarah dan iklim geologi perusahaan, Spesifikasi alat, curah hujan, topografi, target fuel ratio. Tahap pengolahan data ini yaitu pengolahan data setelah pengumpulan data. Data yang telah diperoleh kemudian dikelompokkan sesuai dengan kegunaannya untuk lebih memudahkan dalam penganalisaan, yang selanjutnya disajikan dalam bentuk tabel, grafik, atau perhitungan penyelesaian. Hasil pengolahan data akan digunakan untuk menganalisis fuel ratio secara aktual. Analisis fuel burn dan produktivitas alat gali muat dan alat angkut berdasarkan cycle time, kondisi medan kerja, kondisi alat, serta sifat material sehingga dapat diketahui secara aktual. Selanjutnya, melakukan perhitungan nilai cycle time. Data