45 The 1 st Alauddin Pharmaceutical Conference and Expo (ALPHA-C) 2019 Saturday, 30 th November 2019 Jurnal Kesehatan Doi: 10.24252/kesehatan.v0i0.12816 E-ISSN (2622-7363) P-ISSN (2086-2555) Abstract : Quality inspection and standardization of traditional medicine raw materials is an important as the begining of standardization of traditional medicines. This study aims to determine specific and nonspecific parameters physical standardization and to determinae any potential of sapodilla leaves (Manilkara zapota L.) ethanol extract as an antibacterial against E.coli. Simplisia of sapodilla leaf (Manilkara zapota L.) collected from Manjalling Village, West Bajeng District, Gowa Regency. Simplisia was extracted to produce thick extraxt by maceration using ethanol 96% as solvent. The thick extract, then tested for specific parameters (identity, organoleptic), nonspecific (shrinkage drying) and its activity as an antibacterial against E.coli through paperdisc method. The results of this study showed that organoleptically the extract produced was thick extract with a distinctive blackish-green (dark green) color, and bitter taste. Confirmed Identification of the plant name is Sapodilla (Manilkara zapota L.) known as sawo manilla in the local terms. The results for non-specific parameters by testing the drying shrinkage levels are an average of 79.5488%. this process aimed to provide maximum limits on the amount of compound lost in the drying process. The results for antibacterial activity against E. coli gained in extract concentration of 10% w/v with 11 mm inhibition zone. Keywords : Extract; Leaf; Sapodilla (Manilkara zapota L.); Standardization; Antibacterial; E.coli Abstrak : Pemeriksaan mutu dan standardisasi bahan baku obat tradisonal merupakan titik awal yang penting bagi standardisasi obat tradisional secara keseluruhan karena obat tradisional yang bermutu hanya akan diperoleh bila simplisia yang menjadi bahan baku juga bermutu. Penelitian ini bertujuan mengetahui parameter spesifik dan nonspesifik serta potensi ekstrak etanol daun sawo manila ( Manilkara zapota L.) sebagai antibakteri terhadap E.coli. Simplisia daun sawo manila (Manilkara zapota L.) diperoleh di Desa Manjalling Kecamatan Bajeng Barat Kabupaten Gowa. Simplisia diekstraksi dengan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% hingga diperoleh ekstrak kental. Ekstrak lalu diuji parameter spesifik (idenititas, organoleptik), nonspesifik (susut pengeringan) dan aktivitasnya sebagai antibakteri terhadap E.coli dengan metode paperdisc. Hasil penelitian yang diperoleh untuk uji parameter spesifik yaitu secara organoleptik ekstrak yang dihasilkan merupakan ekstrak kental yang memiliki warna hijau kehitaman berbau khas, dan memiliki rasa pahit. Secara identitas nama tanaman adalah sawo manila (Manilkara zapota L.), bagian tanaman yang diambil yaitu bagian daun. Hasil untuk parameter non spesifik dengan pengujian kadar susut pengeringan yaitu rata-rata 79,5488% dengan tujuan untuk memberikan batasan maksimal tentang besarnya senyawa yang hilang pada proses pengeringan. Hasil untuk pengujian aktivitas antibakteri terhadap E.coli dengan konsentrasi ekstrak 10% b/v diperoleh besar zona hambatan sebesar 11mm. Kata Kunci : Ekstrak; Daun; Sawo Manila (Manilkara zapota L.); Standardisasi; Antibakteri; E.coli STANDARDISASI MUTU FISIK EKSTRAK ETANOL DAUN SAWO MANILA (Manilkara zapota L.) DAN UJI POTENSI ANTIBAKTERI TERHADAP E.coli 1| A. Tenriugi Daeng Pine, 2| Yuyun Sri Wahyuni, 3| Nirmala, 4| A. Tenri Muji Email Korespondensi : pinefarma@gmail.com Akademi Farmasi Yamasi Makassar, Indonesia PENDAHULUAN Standardisasi dalam kefarmasian tidak lain adalah serangkaian parameter prosedur dan cara pengukuran yang hasilnya merupakan unsur-unsur terkait paradigma mutu kefaramasian, mutu dalam artian yang memenuhi syarat standar (kimia, biologi dan farmasi), termasuk jaminan (batas-batas) stabilitas sebagai produk kefarmasian umumnya (BPOM, 2014). Pemeriksaan mutu dan standardisasi sebagai bahan baku obat tradisonal merupakan titik awal yang penting dalam standardisasi obat tradisional secara keseluruhan, karena obat tradisional yang bermutu hanya akan diperoleh bila simplisia yang menjadi bahan baku juga bermutu. Berdasarkan penelitian sebelumnya, buah sawo manila mempunyai aktivitas antibakteri terhadap E.coli. yang dapat menyebabkan penyakit diare (Ningrum, Yeni and Ariyati, 2011). Ekstrak etanol buah sawo manila (Achras zapota L.) juga mempunyai aktivitas antibakteri terhadap bakteri Streptococcus mutans, Staphylococcus aureu, Staphylococcus epidermidis, dan Salmonella thyposa, dengan konsentrasi optimum 1500 ppm atau 1,5 mg/ml (Mukhriani, Nurlina, Baso, 2014).