Jurnal Komunikasi Islam | ISBN 2088-6314 | Terakreditasi Menristekdikti SK. NO. 2/E/KPT/2015 | Volume 09, Nomor 01, Juni 2019 Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya - Asosiasi Profesi Dakwah Islam Indonesia Desain Pengembangan Laboratorium Dakwah: Studi Kasus UIN Walisongo Semarang Agus Riyadi 1 agus.riyadi@walisongo.ac.id Abstract: This article is the result of a descriptive qualitative research report in the laboratory of the Da'wah and Commu- nication Faculty, Walisongo State Islamic University (UIN), Semarang. This study has concluded that the design of the Da'wah laboratory at the Da'wah and Communication Faculty of UIN Walisongo Semarang was developed based on the department, which included the Islamic Community Deve- lopment Laboratory (PMI), the Islamic Communication and Broadcasting Laboratory (KPI), the Da'wah Management Labo- ratory (MD), the Guidance and Islamic Counseling Laboratory (BPI) In adition, the laboratory development is in line with university Tridharma. The laboratory development phase is carried out through four stages, namely the initiation phase and the construction of a quality management system, the optimization phase of aademic support capabilities, the inten- sification and extensification phase of research services, and the external capacity building phase. Abstrak: Artikel ini merupakan hasil penelitian kualitatif des- kriptif pada laboratorium Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Semarang. Studi ini menyimpulkan bahwa desain laboratorium Dakwah pada Fakultas dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang dikembangkan berbasis jurusan, yang meliputi laboratorium Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), Laboratorium Komu- nikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Laboratorium Manajemen Dakwah (MD), Laboratorium Bimbingan dan Penyuluhan Is- lam (BPI) Selain itu Kesemua itu dikembangkan dalam bingkai implementasi tridharma perguruan tinggi dan peningkatan keterampilan. Sedangkan fase pengembangan dilakukan mela- lui empat tahap, yakni fase inisiasi dan pembangunan sistem manajemen mutu, fase optimalisasi kemampuan penunjang aademik, fase intensifikasi dan ekstensifikasi pelayanan pene- litian, serta fase peningkatan kapasitas eksternal. Kata Kunci: Laboratorium dakwah, keterampilan, fase pengembangan 1 Dosen Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang