Jurnal Sainstek Vol. VII No. 1: 82-85, Juni 2015 ISSN: 2085-8019 84 BURUNG STRATA BAWAH (UNDESTORY) DI HUTAN PEGUNUNGAN TAMAN NASIONAL KERINCI SEBLAT (TNKS) KERINCI JAMBI Liza Meini Fitri, Heru Handika, Inda Dwi Solina Museum Zoology Universitas Andalas Jl. Taratak Paneh Korong Gadang, Kuranji, Padang, Email : sii_pidhi@yahoo.com ABSTRACT Birds are one of the biological wealth owned by Indonesia. The structure of the lower strata of bird communities in tropical areas represent a very good system to see the difference in sensitivity between species for habitat variation in different scales. This study was conducted in January 2013 using the method of net Mist (mist nets) in the Kerinci National Park (TNKS). Birds that are found as many as 21 species to 83 people only order passerines with six families. The diversity of birds affected by many factors diantarannya abundance of epiphytes, an abundance of fruits, the openness of the forest floor and tree species composition. Generally mountainous forest area will have a relatively high number of species ang. Key word: Undestory, Birds, TNKS PENDAHULUAN Indonesia menduduki peringkat keempat Negara-negara yang kaya akan jenis burung dan menduduki peringkat pertama di dunia berdasarkan jumlah jenis endemik (Sujatnika et.al, 1995) Saat ini 1598 spesies burung dari 9000 spesies burung di dunia terdapat di Indonesia. Dari jumlah tersebut 372 (23,28%) spesies diantaranya endemik, 149 (9,32%) spesies burung migran dan sangat disayangkan sekali di Indonesia tercatat 118 (7,38%) spesies burung dikategorikan sebagai spesies yang terancam punah (Sukmantoro et.al 2007). Burung memiliki nilai ekonomi, estetika dan budaya yang tinggi. Burung merupakan indikator terbaik untuk mengetahui kondisi keanekaragaman hayati karena kelompok satwa ini memiliki sifat-sifat yang mendukung yaitu, (1) Hidup pada semua jenis habitat di seluruh dunia; (2) Peka terhadap perubahan lingkungan; (3) taksonomi burung relatif lebih berkembang; (4) informasi mengenai penyebaran berdasarkan geografi setiap spesies burung di dunia telah diketahui dan terdokumentasi dengan baik (Sujatnika et.al, 1995). Dengan demikian keberadaan jenis burung dapat menjadi dasar untuk membuat keputusan mengenai rencana strategi konservasi yang lebih luas baik terhadap jenis burung itu sendiri ataupun habitatnya (Bibby et.al, 2000). Burung strata bawah didefinisikan sebagai spesies yang menggunakan daerah understory (sampai ketinggian 3 meter dari permukaan tanah) untuk daerah mencari makan dan bersarang. Struktur komunitas burung strata bawah di daerah tropis mewakili system yang sangat baik untuk melihat perbedaan sensitifitas antar spesies terhadap variasi habitat dalam skala yang berbeda (Willson and Comet, 1996). Pengkatogorian ini bisa dilakukan dengan cara mencari informasi pustaka atau pengamatan langsung di lapangan. Dalam penelitian ini, burung strata bawah didefinisikan seagai burung yang tertangkap dalam jarring kabut yang dipasanng pada ketinggian 20 sampai 30 cm dari permukaan tanah (Novarino, et al, 2008) Keanekaragaman jenis burung dipengaruhi oleh keanekaragaman tipe habitat. Struktur vegetasi dan ketersediaan pakan pada habitat merupakan faktor utama yang mempengaruhi keanekaragaman jenis di suatu