Prosiding Seminar Nasional 9 Mei 2015 [ 626 ] Page PERUBAHAN MINDSET DAN KESIAPAN GURU SEKOLAH DASAR DALAM PERSAINGAN PENDIDIKAN DI ERA MEA Andi Prastowo Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta anditarbiyah@gmail.com Abstrak Guru menjadi figur sentral dalam peningkatan mutu pendidikan suatu bangsa. Fakta bahwa mutu pendidikan, termasuk untuk jenjang sekolah dasar, di Indonesia masih rendah menunjukkan bahwa mayoritas guru mutunya masih memprihatinkan. Padahal pendidikan pada jenjang sekolah dasar sangat penting peranannya dalam keberhasilan belajar di jenjang berikutnya. Kondisi tersebut akan semakin diperparah saat MEA diterapkan. Tantangan pendidikan nasional bertambah. Karena pada era MEA salah satu tantangannya adalah arus bebas tenaga kerja terampil lintas negara ASEAN. Jika sumber daya guru di Indonesia masih diliputi berbagai kelemahan baik pada aspek kompetensi, kualifikasi, produktivitas, dan kesejahteraan, maka mereka dapat tersisih dalam persaingan regional maupun global. Untuk itu, upaya pengembangan profesionalisme guru sekolah dasar harus menyentuh sampai aspek yang paling fundamental dalam perubahan kompetensi mereka, yaitu mindset. Karena mindset merupakan penentu perubahan perilaku dan sikap seseorang. Untuk itu, mindset guru harus berubah dari passenger menjadi good driver agar dapat memenangkan persaingan di era MEA. Kata Kunci: guru, sekolah dasar, MEA, mindset, good driver PENDAHULUAN Guru merupakan figur sentral dalam peningkatan mutu pendidikan suatu bangsa. Karena, guru menjadi garda terdepan dalam proses pembelajaran. Guru juga merupakan pemimpin di kelas. Oleh karenanya, berhasil dan tidaknya suatu proses pembelajaran sangat ditentukan oleh kualitas guru dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Hal tersebut senada dengan ungkapan Anies Baswedan, “Guru adalah ujung tombak proses pendidikan. Tanpa guru, tidak mungkin bangsa Indonesia bisa membuat konversi tingkat melek huruf dari 5% menjadi 92%. Tanpa guru, tidak mungkin program pendirian sekolah dan universitas dapat berhasil. Tanpa guru, tidak mungkin muncul generasi berkualitas” (Chatib, 2014: xiv). Begitu pula penjelasan Zamroni (2011: 99), “Pendidikan yang berkualitas hanya muncul apabila terdapat guru yang berkualitas. Oleh karena itu keberadaan guru berkualitas, profesional dan sejahtera merupakan kondisi yang tidak ditawar lagi”. Studi-studi internasional termutakhir juga menunjukkan bahwa komponen yang paling berpengaruh pada sekolah yang efektif adalah setiap guru di dalam sekolah tersebut (Marzano, 2013: 1). Semua fakta dan pendapat tersebut semakin menegaskan bahwa untuk memperbaiki mutu pendidikan di sekolah maka memprioritaskan perbaikan mutu guru menjadi suatu keniscayaan. Jika mencermati perkembangan mutu pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah di Indonesia pada satu dekade terakhir, mutu sekolah dan madrasah pada brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Lumbung Pustaka UNY (UNY Repository)