JPII 2 (1) (2013) 83-87 Jurnal Pendidikan IPA Indonesia http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/jpii MENGEMBANGKAN PENALARAN ILMIAH (SCIENTIFIC REASONING) SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJRAN 5E PADA SISWA KELAS X SMAN 15 SURABAYA N. Shofiyah 1* , Z. A. I. Supardi 2 , B. Jatmiko 2 1 Postgraduate Student of Science Education Program Universitas Negeri Surabaya 2 Physics Department Mathematics and Science Faculty Universitas Negeri Surabaya Diterima: 24 Januari 2013. Disetujui: 3 April 2013. Dipublikasikan: April 2013 ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan perangkat pembelajaran menggunakan model 5E untuk meningkatkan keterampilan penalaran ilmiah siswa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan dengan model 5E valid untuk diterapkan di dalam kelas, BAS memiliki keter- bacaan yang bagus, keterlaksanaan RPP dikategorikan baik, model pembelajaran 5E secara efektif dapat mening- katkan keterampilan penalaran ilmiah siswa dan siswa memberikan respon yang positif terhadap pembelajaran. ABSTRACT The purpose of this research is to develop the 5E model of learning to improve students’ scientific reasoning skills. The results of this study show that the developed learning model 5E valid to be applied in the classroom, BAS has good readability, keterlaksanaan RPP well categorized, 5E learning model can effectively improve stu- dents’ scientific reasoning skills and the students responded positively to the learning. © 2013 Prodi Pendidikan IPA FMIPA UNNES Semarang Keywords: Scientific reasoning skills; 5E model of instruction *Alamat korespondensi: E-mail: shofiah_biounesa@gmail.com PENDAHULUAN Fisika sebagai cabang IPA merupakan stu- di ilmiah tentang materi dan energi dan bagai- mana mereka berinteraksi satu sama lain. Mela- lui pembelajaran fisika, siswa diharapkan dapat mengembangkan kemampuan bernalar (reasoning abilities) dalam berpikir analisis induktif dan deduktif dengan menggunakan konsep dan prin- sip fisika untuk menjelaskan berbagai peristiwa alam dan menyelesaikan masalah baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Penalaran ilmiah merupakan salah satu keterampilan abad 21 yang diharapkan dapat diajarkan di kelas sains sebagai upaya untuk mempersiapkan siswa agar mereka berhasil dalam menghadapi tantangan globalisa- si. Dalam tes PISA, keterampilan tersebut juga merupakan salah satu keterampilan yang diuji- kan (OECD, 2009). Menurut Karplus et. al (1977), penalaran ilmiah memiliki dua pola penalaran, yaitu pola penalaran konkrit dan pola penalaran formal. Contoh pola penalaran konkrit diantaranya adalah class inclusion, conservation, serial ordering, and reversibility. Sementara pola penalaran for- mal meliputi theoretical reasoning, combinatorial reasoning, functionality and proportional reasoning, control variables, and probabilistic, dan correlational reasoning. Dalam penelitian ini, penalaran ilmiah didefinisikan sebagai kemampuan kognitif siswa dalam lima dimensi, yaitu serial ordering reasoning (kemampuan siswa dalam mengurutkan sekum- pulan data), theoretical reasoning (kemampuan sis- wa dalam menerapkan teori untuk menginterpre-