JURNAL TRANSLITERA, Vol 10 No 2/ 2021 Page | 27 Pemahaman Beban Ganda Perempuan di Tengah Pandemi : Pengalaman Dari Mantan TKW Anggota Muslimat NU di Kecamatan Kras Understanding The Double Burden of Women In The Midst of a Pandemic: The Experience of Former TKW Members of Muslimat NU In Kras District Laily Purnawati Program Studi Administrasi Publik, Universitas Tulungagung, Indonesia E-mail: lailypurnawatisip@gmail.com ABSTRAK Perempuan yang bekerja sebagai tenaga kerja wanita dari awal memang sudah memikul beban ganda di dalam keluarga mereka. Mereka selain di beri tugas untuk tetap memikul tugas domestik meski secara fisik tidak berada di rumah, di sisi lain dia harus bekerja untuk membantu mencukupi kebutuhan rumah tangganya. Kondisi ini terus berlanjut meski para mantan TKW ini sudah pulang ke rumah. Banyak cara yang diupayaka oleh para mantan TKW ini agar bisa tetap membantu mencari 1nafkah terlebih lagi di 1masa pandemi dimana banyak suami yang kehilangan sumber penghasilan. Metode yang dipakai adalah jenis penelitian kualitatif dengan mengambil data melalui wawancara mendalam dan observasi. Nara sumber adalah 1perempuan mantan TKW yang juga anggota Muslimat NU. Wawancara yang dilakukan untuk mengetahui apakah mereka memahami akan beban ganda yang harus dia lakukan dan bagaimana para perempuan mantan TKW ini dalam menerima beban ganda mereka.Simpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah para perempuan mantan TKW ini di tengah pandemi mengalami permasalahan yang luar biasa. Kebanyakan mereka memilih hanya sebagai buruh sampingan yaitu “oncek “melinjo 1dengan alasan bisa dikerjakan dari rumah dengan tetap 1mengawasi anak mereka. Disinilah muslimat NU sebagai salah satu organisasi sosial di Indonesia turut hadir dan memberikan bekal kepada para perempuan ini dalam 1memahami beban ganda yang mereka terima, terutama bekal mereka dalam bidang akidah agar siap secara lahir dan batin dalam mengemban amanah ini. Kata kunci : beban ganda perempuan, Tenaga Kerja Wanita, Muslimat NU. ABSTRACT Women who work as female workers from the start have already borne a double burden in their families. Apart from being given the task of carrying out domestic duties even though they are physically not at home, on the other hand they have to work to help meet their household needs. This condition continues even though these former TKWs have returned home. There are many ways that these former TKWs can continue to help make a living, especially during a pandemic where many husbands have lost their source of income. The method used is a 1type of qualitative research by taking data through in-depth interviews and observations. The resource persons were former women TKW who were also 1members of the Muslimat NU. The interviews were conducted to find out whether they understood the double burden that she had to do and how these former women TKW received their double burden. The conclusions obtained from this study were former women. These migrant workers in the midst of a pandemic