64 PENDAHULUAN Pusat Latihan Gajah (PLG) Sebanga, Riau merupakan salah satu pusat latihan gajah di Indonesia yang memiliki masalah kesehatan cukup menonjol. Pada tahun 2001-2003 terjadi kematian 14 ekor gajah pasca penangkaran. Reliegh dan Simbolon (1985) melaporkan tingkat kematian gajah di PLG ini mencapai 18%, terutama pada gajah yang baru dilahirkan atau ditangkap. Selanjutnya Mikota et al., (2000) melaporkan 47% gajah di PLG Sebanga menderita gangguan gizi dan 38% menunjukkan gejala anemia, kurus dan hasil biakan dari jaringan abses menunjukkan positif enterobacter. Salah satu gajah yang sakit tersebut menunjukkan anemia nonregeneratif, normokromik dengan peningkatan jumlah trombosit sehingga diduga ada kaitannya dengan keracunan plumbum (Pb). Dugaan tersebut didasarkan pada kenyataan bahwa PLG Sebanga Riau terletak di daerah industri pembuatan pipa, pupuk, transportasi, dan peralatan rumah tangga yang sangat tergantung pada mineral. Menurut Arms (1990), salah satu sumber energi mineral yang paling penting adalah petroleum yang merupakan material untuk menghasilkan polimer sintetik termasuk plastik dan fiber. Hasil analisis air sumur yang menjadi sumber air minum gajah di PLG tersebut memiliki kadar Pb di atas ambang batas indikasi keracunan (Mikota et al., 2000). Sebagai logam yang bersifat akumulatif dan bila terpapar oleh Pb atau senyawanya dapat menyebabkan keracunan pada hewan liar (DEQ, 2006). Rateliffe (1981) menyatakan bahwa paparan Pb non-okupasional biasanya melalui tertelannya makanan atau minuman yang tercemar logam tersebut. Plumbum dan senyawanya masuk ke Jurnal Veteriner Juni 2010 Vol. 11 No. 2 : 64-69 ISSN : 1411 - 8327 Analisis Kadar Timbal dan Gambaran Darah Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) di Pusat Latihan Gajah Sebanga Riau (ANALYSIS OF BLOOD LEAD (Pb) CONCENTRATION AND HEMATOLOGY PERFOMANCE OF SUMATRAN ELEPHANTS (Elephas maximus sumatranus) IN SEBANGA ELEPHANT TRAINING CENTER RIAU) Hamdani Budiman 1 , Al Azhar 2 , Irwandi Yusuf 3 1 Laboratorium Patologi, 2 Laboratorium Biokimia, 3 Laboratorium Klinik, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, Jalan Syech Abdul Rauf No. 4 Darussalam, Banda Aceh, 23111 Fax. (0651) 7551536. Email : kedokteranhewan61unsyiah@yahoo.com ABSTRACT The aim of this research was to determine the lead concentration in blood and hematological profiles of Sumatran elephants. Eight out of 57 captivated Sumatran elephants in Sebanga Elephant Training Center (ETC) Riau were examined for the lead concentration in the blood and for hematological profiles. The results showed that their lead concentration in blood was 0.3425 – 0.4633 ppm with the average of 0.3905 ± 0.373 ppm. Their hemoglobin level was 9.60 – 12.10 g/dl with the average of 10.39 ± 1.20 g/dl. Hematocrit levels was 31 – 47% with the average of 37.50 ± 5.21%. In male, their average levels of hemoglobin and hematocrit were 10.85 ± 1.28 g/dl and 41.00 ± 4.90%, respectively which were higher than those in female (9.93 ± 1.06 g/dl and 34.00 ± 2.53%, respectively). Their lead concentration was higher in the younger elephant than in the older elephants. Although, the lead concentration in blood of Sumatran elephants was high, it appeared to be not related either with their hemoglobin or hematocrit levels. There was, however, relationship between the lead level in blood with the age of elephants. Key words : Lead, hemoglobin, hematocrit, Elephas maximus sumatranus.