913 Strategi Menulis Puisi Kuliner: Perspektif Gastronomi Mareta Dwi Artika 1 , Wahyudi Siswanto 1 , Heri Suwignyo 1 1 Pendidikan Bahasa Indonesia-Universitas Negeri Malang INFO ARTIKEL ABSTRAK Riwayat Artikel: Diterima: 03-05-2021 Disetujui: 19-06-2021 Abstract: The purpose of this study was to describe the strategy stages for writing culinary poetry. This study used a descriptive qualitative design with a type of text analysis. The strategy described is closely related to gastronomy. The results of the strategy analysis show five stages in writing culinary poetry. The five stages consist of determining culinary poetry recipe (culinary stimulation), preparation of culinary poetry tools and materials (reflection of culinary experiences or culinary memory creation), review of culinary poetry (culinary description), cooking culinary poetry process (culinary and literature collaboration), and presentation of culinary poetry (writing culinary poetry). Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tahapan strategi untuk menulis puisi kuliner. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif dengan jenis analisis teks. Strategi yang dijabarkan berkaitan erat dengan gastronomi. Hasil analisis startegi menunjukkan lima tahapan dalam menulis puisi kuliner. Lima tahapan tersebut terdiri atas penentuan resep puisi kuliner (penstimulusan kuliner), persiapan alat dan bahan puisi kuliner (refleksi pengalaman kuliner atau penciptaan memori kuliner), peninjauan puisi kuliner (pendeskripsian kuliner), proses memasak puisi kuliner (pengkolaborasian kuliner dan sastra), dan penyajian puisi kuliner (menulis puisi kuliner). Kata kunci: gastronomic strategy; writing poetry; culinary poetry; strategi gastronomi; menulis puisi; puisi kuliner Alamat Korespondensi: Mareta Dwi Artika Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Negeri Malang Jalan Semarang 5 Malang E-mail: reta.artika@gmail.com Dalam pelaksanaan pembelajaran, strategi diaktualisasikan ke dalam serangkaian kegiatan dan interaksi dinamis antara guru, siswa, materi pembelajaran, dan lingkungan pembelajaran. Secara terinci, strategi pembelajaran mencakup urutan-urutan kegiatan yang dipilih untuk menyampaikan metode pembelajaran dalam lingkungan tertentu serta pengaturan materi pembelajaran yang akan disampaikan kepada siswa (Suprijono, 2009). Melalui penerapan strategi pembelajaran yang tepat guna, guru dapat mengondisikan suasana pembelajaran menjadi nyaman, menyenangkan, serta kondusif untuk belajar. Selain itu, strategi pembelajaran yang tepat guna dapat memberikan stimulus positif bagi siswa untuk aktif terlibat di dalam pembelajaran. Strategi pembelajaran disusun sedemikian rupa untuk menghasilkan pelaksanaan pembelajaran yang efektif, efisien, dan mampu membelajarkan siswa hingga mencapai kompetensi yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Secara umum, strategi pembelajaran yang ideal hendaknya memenuhi tiga kriteria yang meliputi (1) mudah diajarkan oleh guru, (2) mudah diterapkan oleh siswa, dan (3) mampu membimbing siswa untuk menguasai kompetensi yang diharapkan (Roseboro, 2010). Berdasarkan kriteria tersebut, penyusunan atau pengembangan suatu strategi pembelajaran setidaknya harus memerhatikan tiga hal, yaitu (1) konsep yang melandasi pengembangan strategi pembelajaran, (2) sajian langkah-langkah belajar yang tercakup di dalam strategi pembelajaran, (3) tingkat pemahaman dan kebutuhan siswa terhadap kompetensi yang melandasi pengembangan strategi pembelajaran. Pertama, konsep yang melandasi pengembangan strategi pembelajaran. Dalam pengembangan strategi pembelajaran, aspek pertama yang menunjukkan tingkat taraf adalah konsep yang melandasi strategi pembelajaran tersebut. konsep adalah unsur yang mempresentasikan masalah yang paling utama karena diasumsikan sebagai sesuatu yang statis (Beetlestone, 2011). Dalam konteks pengembangan strategi pembelajaran, konsep diaktualisasikan sebagai teori-teori dasar yang bersifat umum untuk mengembangkan komponen-komponen operasional di dalam strategi sehingga dapat memunculkan aspek kekhususan pada strategi pembelajaran tersebut. Dalam pengembangan strategi pembelajaran, pemilihan konsep atau teori dasar sebagai landasan pengembangan tidak dapat dilakukan secara serta-merta. Pertimbangan utama di dalam memilih konsep atau teori dasar adalah dengan menetapkan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Setelah menetapkan tujuan pembelajaran, pengembangan strategi dapat menentukan konsep untuk landasan pengembangan strategi yang mencakup teori-teori dasar dan/atau hasil penelitian terdahulu sebagai pengalaman yang telah teruji (Joyce, Weil, Calhoun, 2011). Tersedia secara online http://journal.um.ac.id/index.php/jptpp/ EISSN: 2502-471X DOAJ-SHERPA/RoMEO-Google Scholar-IPI Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Volume: 6 Nomor: 6 Bulan Juni Tahun 2021 Halaman: 913920