Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 3, No. 1 Februari 2023, Hal. 127-132 DOI: https://doi.org/10.52436/1.jpmi.938 P-ISSN 2775-3034 | E-ISSN 2775-3026 127 Pelatihan Multiliterasi Untuk Meningkatkan Motivasi Minat Baca Siswa SDN 2 Tugumulya Figiati Indra Dewi* 1 , Sun Suntini 2 , Ida Hamidah 3 1,2,3 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kuningan, Indonesia *e-mail: indradewi@uniku.ac.id 1 , sun.suntini@uniku.ac.id 2 , ida.hamidah@uniku.ac.id 3 Abstrak Minat baca menjadi hal mendasar yang perlu dimiliki setiap individu untuk membuka gerbang pengetahuan. Unesco menyebutkan bahwa Indonesia menduduki urutan yang cukup terbawah soal literasi di dunia. Kemudian PISA (Program for International Student Assesment) menyatakan untuk kategori membaca, Indonesia berada pada peringkat 72 dari 77 negara. Hal ini diperparah dengan Covid-19 yang mengakibatkan kemunduran minat baca siswa karena aktivitas baca tidak dapat dikontrol langsung oleh guru seperti yang terjadi di SDN 2 Tugumulya Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Untuk menuntaskan permasalahan tersebut, telah dilakukan penyuluhan penerapan multiliterasi untuk meningkatkan motivasi minat baca siswa SDN 2 Tugumulya dengan metode penyuluhan dengan hasil cukup memuaskan. Pengabdian ini dinilai penting dilakukan karena dari hasil yang diperoleh, para guru memiliki cara dan pendekatan yang menarik dalam meningkatkan motivasi minat baca siswa. Setelah diberikan stimulus berupa tantangan menjawab soal dengan bentuk permainan, siwa mulai antusias untuk membaca guna menemukan informasi untuk menjawab pertanyaan tersebut. Kata kunci: Minat Baca, Motivasi Minat Baca, Multiliterasi. Abstract Reading interest is a basic thing to open the knowledge. Unesco said that Indonesia ranks fairly low in terms of literacy in the world. Then PISA (Program for International Student Assessment) stated that for the reading category, Indonesia was ranked 72 out of 77 countries. This is exacerbated by Covid-19 which has resulted in a decline in students' interest in reading because reading activities cannot be directly controlled by teachers, as happened at SDN 2 Tugumulya, Kuningan Regency. To solve this problem, counseling on the application of multiliteracy has been carried out to increase the motivation of reading interest in SDN 2 Tugumulya students with the extension method. The results obtained, the teachers have interesting ways in increasing students' motivation to read. After being given a stimulus in the form of a challenge to answer questions, students began enthusiast to reading in order to find information to answer the questions. Keywords: Motivation for Reading Interest, Multiliteracy, Reading Interest 1. PENDAHULUAN Minat baca menjadi poin penting untuk mengefektifkan kegiatan membaca yang berkualitas. Tanpa adanya minat untuk membaca, maka pengetahuan yang didapat hanya sebatas pada apa yang dilihat dan didengar sekilas tanpa adanya pemahaman mendalam dari berbagai sumber yang dapat dibaca. Peringkat minat baca di Indonesia yang masih rendah rupanya belum mengalami perubahan yang signifikan. UNESCO menyebutkan bahwa Indonesia menduduki urutan yang cukup terbawah soal literasi di dunia. Kemudian pada tahun 2020 Perpusnas menunjukkan ada sedikit peningkatan minat baca Indonesia yang masuk dalam kategori sedang. [1] Tidak hanya Unesco dan Perpusnas, PISA (Program for International Student Assesment) menyatakan untuk kategori membaca, Indonesia berada pada peringkat 72 dari 77 negara. Selain itu, Internasional Education Achiecment (IEA) melaporkan bahwa kemampuan membaca siswa SD di Indonesia berada pada urutan 38 dari 39 negara. [2] Dari beberapa data tersebut, dapat disimpulkan bahwa minat baca masyarakat Indonesia masih tergolong rendah. Krisis literasi ini diperparah dengan adanya pandemi Covid-19 yang mengakibatkan pergeseran minat baca khususnya siswa semakin mengalami kemunduran. Hal tersebut terjadi karena terbatasnya kegiatan-kegiatan pembelajaran sehingga aktivitas baca siswa tidak dapat dikontrol langsung oleh guru. Salah satu sekolah yang mengalami permasalahan serupa yaitu di