Potensi Penyakit Tular Vektor di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan ... (Riyani Setiyaningsih. et al) 247 Potensi Penyakit Tular Vektor di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Propinsi Sulawesi Selatan POTENTIAL VECTOR BORNE DISEASES IN PANGKAJENE AND ISLAND REGENCIES OF SOUTH SULAWESI PROVINCE Riyani Setiyaningsih 1 , Widiarti 1 , Mega Tyas Prihatin 1 , Nelfta 2 , Yusnita Mirna Anggraeni 1 , Siti Alfah 1 , Joy V I Sambuaga 3 ,Tri Wibowo Ambargarjito 1 1 Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit 2 Balai Litbang Donggala 3 Poltekes Kemenkes Menado Indonesia E - mail : riyanisetia@gmail.com Submitted : 2-07-2018, Revised : 28-08-2018, Revised : 17-09-2018, Accepted : 5-12-2018 Abstract Cases of malaria, dengue fever, chikungunya, flariasis, and Japanese encephalitis are still found in South Sulawesi. For instance, malaria, dengue hemorrhagic fever and flariasis remain endemic in Pangkajene Regency and Islands Regencies.The existence of these vectors will affect the transmission of potential vector-borne diseases. The purpose of this research is to determine the potential transmission of those diseases including Japanese encephalitis in those areas. Data were collected by catching adult mosquitoes and larvae in forest, non-forest and coastal ecosystems according to the WHO methods, including human man landing collection, animal baited trap net, animal feed, resting morning, and light trap. The larva survey was conducted at the mosquito breeding place. Pathogens in mosquitoes were detected in a laboratory using Polimerase Chain Reaction. The study found plasmodium in some species. They were Anopheles vagus in a residential ecosystem near settlement, Anopheles subpictus in forest ecosystems near settlements and non forest remote settlements, Anopheles barbirostris was found near and remote forest ecosystems, Anopheles indifnitus found in nearby forest ecosystems and non- forest close to settlements. Moreover, Culex tritaeniorhynchus containing japanese encephalitis virus was found in the non-forested residential ecosystem. However, mosquito samples with dengue fever virus, chikungunya and flariasis were not found. Keywords: malaria,DHF, chikungunya, flariasis, Japanese encephalitis Abstrak Kasus malaria, demam berdarah, chikungunya, flariasis dan Japanese encephalitis masih ditemukan di Sulawesi Selatan Sebagai contoh, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan merupakan salah satu kabupaten yang masih endemis malaria, demam berdarah dengue, dan flariasis. Keberadaan vektor akan mempengaruhi potensi penularan penyakit tular vektor. Tujuan penelitian adalah mengetahui potensi penularan malaria, demam berdarah, chikungunya, flarisis dan Japanese encephalitis di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara enangkapan nyamuk dewasa dan jentik di ekosistem hutan, non hutan dan pantai. Metode penangkapan nyamuk dewasa dan jentik mengacu pada standart WHO yang meliputi human man landing collection, animal baited trap net, umpan ternak, resting pagi, dan light trap. Survei jentik dilakukan di tempat perkembangbiakan nyamuk. Nyamuk di deteksi patogennya di laboratorium dengan menggunakan Polimerase Chain Reaction. Hasil menunjukkan bahwa yang positif Plasmodium adalah Anopheles vagus di ekosistem hutan dekat pemukiman, Anopheles subpictus di ekosistem hutan dekat pemukiman dan non hutan jauh pemukiman, Anopheles barbirostris di ekosistem hutan dekat dan jauh pemukiman, Anopheles indefnitus di ekosistem hutan dekat pemukiman dan non hutan dekat pemukiman. Culex tritaeniorhynchus positif virus Japanese encephalitis di ekosistem non hutan jauh pemukiman. Namun idak ditemukan sampel nyamuk yang positif virus demam berdarah dengue, chikungunya, dan flariasis. Kata kunci: malaria, DBD, chikungunya, flariasis, japanese encephalitis https://doi.org/10.22435/bpk.v46i4.38