VERITAS 6/1 (April 2005) 131-151 KHOTBAH PERUMP KHOTBAH PERUMP KHOTBAH PERUMP KHOTBAH PERUMP KHOTBAH PERUMPAMA AMA AMA AMA AMAAN: AN: AN: AN: AN: SU SU SU SU SUATU PENILAIAN TERHAD TU PENILAIAN TERHAD TU PENILAIAN TERHAD TU PENILAIAN TERHAD TU PENILAIAN TERHADAP METODE KHOTBAH AP METODE KHOTBAH AP METODE KHOTBAH AP METODE KHOTBAH AP METODE KHOTBAH PERUMP PERUMP PERUMP PERUMP PERUMPAMA AMA AMA AMA AMAAN DA AN DA AN DA AN DA AN DAVID BUTTRICK VID BUTTRICK VID BUTTRICK VID BUTTRICK VID BUTTRICK BENNY SOLIHIN PENDAHULUAN Perumpamaan mungkin, oleh kebanyakan pengkhotbah, dianggap sebagai genre Alkitab yang paling mudah dikhotbahkan. Namun bagi pengkhotbah-pengkhotbah yang serius mengkhotbahkan perumpamaan acap kali membingungkan. Sebab meskipun nampak sederhana, perumpamaan mengandung beberapa persoalan yang rumit. Persoalan-persoalan tersebut meliputi: (1) dari sudut manakah berita sebuah perumpamaan harus diambil? Dari sudut para pendengar pertama yang mendengar langsung ketika Yesus menceritakan perumpamaan-perumpaman-Nya atau dari perspektif para pembaca pertama Injil? (2) Dapatkah penafsiran alegori digunakan dalam khotbah perumpamaan? (3) Apakah bentuk atau model khotbah yang paling baik untuk mengkhotbahkan perumpamaan? Bentuk deduktif atau induktif? Satu poin, tiga poin, banyak poin, atau model khotbah narasi? Persoalan- persoalan di atas membuat banyak ketidakpastian dalam diri para pengkhotbah. Thomas G. Long menyimpulkannya dengan tepat, “Seorang pengkhotbah pemula mengkhotbahkan sebuah perumpamaan dengan keyakinan yang tinggi, melangkahkan kakinya dengan berani seolah berjalan pada suatu daerah yang sudah ia kenal. . . . Tetapi semakin kita mengenal perumpamaan, semakin kurang yakin apakah kita sungguh-sungguh memahaminya.” 1 Ada banyak solusi yang ditawarkan oleh para ahli berkenaan dengan metode khotbah perumpamaan dan salah satunya adalah dari David Buttrick, seorang dosen homiletika dan liturgi dari Divinity School, Vanderbilt University. Di dalam bukunya, Speaking Parables: A Homiletic Guide, 2 ia menawarkan model khotbah narasi untuk mengkhotbahkan perumpamaan. Tawaran ini sangat menarik dan bermanfaat, namun demikian ada beberapa dari pandangannya yang perlu dicermati secara kritis. 1 Preaching and the Literary Forms of the Bible (Philadelphia: Fortress, 1985) 89. 2 (Louisville: Westminster, 2000).