JURTI, Vol.4 No.2, Desember 2020, ISSN: 2579-8790 172 Received June 1 st ,2012; Revised June 25 th , 2012; Accepted July 10 th , 2012 Penerapan Metode User Authentication Pada Sistem Monitoring, E-Voting, dan Evaluasi PEMIRA Asdar Zulkiawan* 1 , Nataniel Dengen 2 , Novianti Puspitasari 3 , Almasari Aksenta 4 1,2,3,4 Program Studi Informatika, Universitas Mulawarman, Samarinda e-mail: * 1 asdarminato@gmail.com, 2 ndengen@gmail.com, 3 novia.ftik.unmul@gmail.com, 4 aksentaalmasari@gmail.com Abstrak PEMIRA merupakan ajang pesta demokrasi bagi mahasiswa di tataran perguruan tinggi dalam rangka pemilihan presiden dan wakil presiden badan eksekutif mahasiswa (BEM). Pemira sangat penting untuk proses transisi kepemimpinan BEM, sehingga agenda ini wajib diselenggarakan sebaik mungkin oleh dewan perwakilan mahasiswa (DPM) selaku penanggunjawab pelaksanaan pemira. Pelaksanaan pemira meliputi pendaftaran pasangan calon (paslon), voting oleh mahasiswa, pengawasan data voting, rekapitulasi data voting dan pengumuman paslon terpilih. Dalam penelitian ini dikembangkan sebuah sistem electronic voting (E-voting) dengan tambahan fitur untuk melakukan monitoring dan evaluasi PEMIRA. Sistem yang dibangun mengutamakan keamanan data voting dan data mahasiswa yang melakukan voting menggunakan metode user authentication. Hasil penelitian menunjukkan sistem ini dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengunaan waktu, materi dan sumber daya serta meminimalisir kemungkinan terjadinya manipulasi data hasil voting pemilihan. Kata kunciUser Authenticatication, E-Voting, Mahasiswa, Monitoring, PEMIRA 1. PENDAHULUAN PEMIRA merupakan ajang pesta demokrasi bagi mahasiswa di tataran perguruan tinggi dalam rangka pemilihan presiden dan wakil presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Pelaksanaan PEMIRA di Universitas Mulawarman dilakukan dengan dua cara yaitu cara konvensional yang diterapkan ditingkat fakultas dan sistem berbasis online yang sudah diterapkan di tingkat universitas. Pelaksanaan PEMIRA secara konvensional memang dianggap paling aman karena mudah untuk dimonitoring dan evaluasi secara langsung sehingga menjamin keotentikan dari hasil pemungutan suara. Namun, cara ini tidak efektif dan efisien dalam penerapannya, baik dari segi waktu, materi dan sumber daya. Disisi lain, sistem PEMIRA online lebih baik dalam penerapannya karena sangat menghemat waktu, materi dan Sumber Daya Manusia (SDM), namun kurang dalam memastikan keotentikan hasil pemungutan suara mahasiswa. Hal ini dikarenakan sistem PEMIRA online tidak melibatkan panitia untuk memonitoring dan mengevaluasi hasil pemungutan suara sehingga dinilai tidak transparan. Lebih lanjut, sistem PEMIRA online juga dapat diakses secara bebas dengan parameter yang menjadi syarat untuk melakukan voting yaitu Nomor Induk Mahasiswa (NIM) dan password yang berasala dari portal akademik mahasiswa. Namun, hal ini dianggap masih sangat rentan dan tidak memiliki data validasi pembanding yang menyebabkan masalah dalam hal membuktikan bahwa yang melakukan voting adalah pemilik suara sebenarnya. Oleh karena itu, perlu adanya sebuah sistem yang lebih aman, terstruktur dan mampu menggabungkan masing-masing keunggulan dari sistem PEMIRA konvensional maupun online ditingkat Fakultas maupun Universitas. Sistem informasi sendiri telah banyak diterapkan untuk menyelesaikan permasalahan dalam bidang pariwisata [1], bidang manajemen perusahan yang dapat membantu perusahaan dalam pendataan, pengelolaan, perawatan, dan