Hermeneutik: Jurnal Ilmu Al Qur’an dan Tafsir issn 2354-6204 eissn 2549-4546 Tersedia online di: journal.stainkudus.ac.id/index.php/Hermeneutik DOI: 10.1234/hermeneutik.v13i2.6378 PARADIGMA ABU AL-FADL TERHADAP HUKUM FIKIH IBADAH DALAM TAFSIR AYAT AL-AHKAM MIN AL- QUR’AN AL-KARIM Ida Kurnia Shofa UIN Sunan Ampel Surabaya, Surabaya, Indonesia idakurniashofa1@gmail.com ABSTRAK Sebuah produk tafsir tentu memiliki ciri khusus yang menjadi keunikan suatu produk tafsir. Dari keunikan tersebut maka akan muncul suatu paradigma mufassir yang tersirat di dalam karyanya. Penelitian ini diorientasikan untuk menjawab latar belakang penulisan tafsir, dan bagaimana paradigma Abu> al-Fad}l dalam interpretasi terhadap ayat-ayat hukum fikih ibadah. Pada umumnya, seorang mufassir menulis karya tafsirnya didasari oleh keinginan atau tuntutan akademiknya. Berbeda dengan mbah Fadhal, sebutan familiarnya, yang menulis produk tafsirnya berawal dari pengajaran mata pelajaran tafsir Jalalain di Madrasah Diniyyah Sunnatunnur Senori, Tuban, Jawa Timur yang diampu olehnya. Menurut mbah Fadhal, santri-santrinya akan memerlukan waktu cukup lama bahkan seumur hidup untuk memahami makna keseluruhan ayat Alquran. Oleh karena itu, untuk efisiensi waktu dalam belajar tafsir, ia mengumpulkan dan menafsirkan sendiri ayat-ayat yang mengandung hukum fikih agar santri-santrinya dengan mudah dapat memahami ayat- ayat Alquran yang digunakan praktik dalam beribadah dan kehidupan sosial sehari-hari. Metode yang digunakan Abu> al-Fad}l adalah metode maud}u’i ijma>li dengan bentuk tafsi>r bi al-ra’y dan bercorak fiqi>h Syafi’iyyah. Produk tafsirnya tersaji menggunakan bahasa Arab. Konsep penalaran yang dilakukan Abu> al-Fad}l dalam penafsirannya adalah dengan analisis linguistik, kaidah us}ul fiqh, dan banyak merujuk pada pakar tafsir sebelumnya. Kata kunci: Tafsir, Ahka>m, Abu> al-Fad}l, Paradigma