Jurnal Sipil Statik Vol.6 No.3 Maret 2018 (175-188) ISSN: 2337-6732 175 RESPON DINAMIS BANGUNAN BERTINGKAT BANYAK DENGAN SOFT FIRST STORY DAN PENGGUNAAN BRACED FRAMES ELEMENT TERHADAP BEBAN GEMPA Intan Tiara Nelwan Steenie E. Wallah, Servie O. Dapas Universitas Sam Ratulangi Fakultas Teknik Jurusan Sipil Manado Email: inelwan23@gmail.com ABSTRAK Struktur bangunan bertingkat yang dibebani gempa akan mengalami simpangan lateral. Semakin tinggi struktur maka semakin besar simpangan lateral yang terjadi, apalagi jika struktur tersebut memiliki kekakuan kolom tingkat dasar yang lebih kecil (soft first story). Simpangan lateral tersebut dapat mengakibatkan momen guling struktur bangunan menjadi besar sehingga menyebabkan keruntuhan struktur. Untuk mencegah kondisi tersebut, maka kekakuan lateral struktur perlu diperbesar. Salah satu cara untuk memperbesar kekakuan lateral struktur adalah dengan menggunakan Braced Frames Element (Elemen Pengaku Portal). Pemodelan struktur yaitu berupa bangunan bertingkat banyak beton bertulang dengan denah 18 m x 18 m, struktur 25 tingkat, dengan tinggi 8 meter untuk lantai dasar, dan 3 meter untuk tiap lantai diatasnya. Struktur dimodelkan tanpa penambahan bracing dan dengan penambahan variasi tipe bracing (Diagonal bracing, X-bracing, dan Inverted V bracing) yang ditempatkan pada bentang tengah vertikal di sisi luar bangunan. Analisa simpangan lateral struktur tanpa dan dengan Braced Frames Element akan menggunakan analisa gempa dinamis yaitu Spektrum Respon (Response Spectrum). Analisa dinamis yang dilakukan dengan bantuan software ETABS, menunjukan bahwa nilai simpangan horisontal maksimum akibat beban gempa statis dan beban gempa dinamis, adalah sebagai berikut: Model A 71,7 mm dan 68,7 mm, Model B 56,6 mm dan 61,1 mm, Model C 55,8 mm dan 60,3 mm, Model D 55,8 mm dan 60,3 mm, Model E 70,4 mm dan 60,6 mm, Model F 70,5 mm dan 60,6 mm. Penggunaan Braced Frames Element pada struktur dapat mengurangi respon (simpangan lateral) dari struktur tanpa harus memperbesar dimensi dari kolom, dimana simpangan lateral maksimum yang dihasilkan akan menjadi lebih kecil. Kata kunci: bangunan bertingkat, beton bertulang, beban gempa, bracing, simpangan, soft story, ETABS. PENDAHULUAN Latar Belakang Seiring berkembangnya teknologi konstruksi, banyak gedung bertingkat dibangun sebagai salah satu solusi dari ketersediaan lahan yang kurang. Pemilihan jenis material beton bertulang (RC frame) menjadi salah satu yang paling populer digunakan pada bangunan- bangunan tinggi saat ini. Banyaknya penggunaan beton bertulang, terutama di negara berkembang, disebabkan karena biaya dan perawatan pembangunan dengan material ini cenderung lebih murah dibandingkan material lainnya seperti baja. Selain memiliki keunggulan dari segi ekonomis dan efisiensi lahan, suatu bangunan haruslah didisain untuk dapat menahan beban- beban yang ada agar memenuhi standar keamanan berdirinya suatu bangunan. Namun pada prakteknya, kondisi ini jarang terjadi karena banyak ditemui gedung bertingkat dengan kinerja struktur yang berada dibawah kriteria layak huni dan standar keamanan bangunan. Hal ini diakibatkan oleh beberapa penyebab, diantaranya ketidakberaturan pada struktur tinggi seperti perkantoran atau hotel yang mengharuskan bangunan memiliki lantai dasar yang terkesan luas, banyak bukaan, dan desain kolom yang lebih tinggi dibandingkan dengan lantai di atasnya, sehingga mengakibatkan kekakuan kolom tingkat dasar menjadi lebih kecil (soft first story) dan momen guling struktur menjadi besar. Gedung bertingkat dengan sistem rangka kaku (rigid frame) menjadi tidak efisien dan mudah runtuh apabilah digunakan untuk