Jurnal Sipil Statik Vol.7 No.4 April 2019 (409-418) ISSN: 2337-6732 409 STUDI MENGENAI PENGARUH PENEMPATAN DAN LUASAN VOID TERHADAP STRUKTUR BANGUNAN TAHAN GEMPA YANG MEMILIKI DINDING GESER SIMETRIS Grace Ruth Alow Steenie E. Wallah, Servie O. Dapas Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Sipil, Universitas Sam Ratulangi Email: alow.grace1995@gmail.com ABSTRAK Penempatan dan luasan void pada struktur bangunan dapat membuat struktur menjadi tidak simetris terhadap pusat massanya dan menimbulkan efek torsional, serta mempengaruhi simpangan, sehingga perlu dilakukan studi mengenai penempatan dan luasan void terhadap perilaku struktur terlebih pada struktur bangunan tahan gempa yang memiliki dinding geser simetris. Penelitian parametrik dilakukan pada model struktur bangunan 10 lantai dengan dinding geser simetris dan diberikan variasi luasan dan posisi void yang seragam dari lantai 1 sampai dengan lantai 9 untuk dianalisis. Evaluasi dilakukan terhadap periode struktur dan perilaku struktur yang meliputi simpangan struktur dan efek torsional struktur. Hasil analisis dan evaluasi memperlihatkan bahwa penempatan void yang tidak simetris pada struktur bangunan dapat menyebabkan efek torsional pada struktur dan mempengaruhi simpangan struktur. Untuk mengurangi efek torsional yang terjadi, sebaiknya model void ditempatkan pada titik pusat massa. Luasan void memberikan pengaruh yang lebih terlihat pada simpangan struktur, dimana semakin besar void semakin kecil simpangan dan juga mempengaruhi ragam gerak struktur. Semakin besar void semakin kecil periodenya. Kata kunci: Void, Dinding Geser, Simpangan, Efek Torsional, Periode Struktur PENDAHULUAN Latar belakang Struktur gedung yang baik harus memiliki kesimetrisan dan kekakuan yang baik untuk menahan beban lateral. Oleh karena itu perlu dirancang bangunan yang memiliki ketahanan terhadap gempa dengan menjaga kesimetrisan bangunan. Bangunan yang tahan terhadap gempa artinya bila terjadi gempa pada daerah dimana bangunan itu berada maka bangunan tersebut tidak akan mengalami kehancuran struktur yang fatal atau yang dapat meruntuhkan bangunan. Salah satu penyebab struktur tidak simetris yaitu dengan adanya void atau bukaan pada lantai. Pelat lantai adalah sistem kontruksi penahan beban langsung dan pelat lantai sebagai elemen struktur yang juga memegang peranan yang sangat penting pada struktur bangunan yaitu sebagai diafragma struktur bangunan tinggi. Struktur pelat pada suatu bangunan sering dibuat memiliki void atau bukaan yang biasanya digunakan untuk tangga atau untuk lift atau untuk perencanaan lainnya. Void akan membuat kondisi struktur dibagian tersebut menjadi lemah karena eksentrisitas yang terjadi. Salah satu jenis bangunan tahan gempa adalah gedung beton bertulang menggunakan sistem rangka struktur yang dikombinasikan dengan dinding geser. Dinding geser adalah elemen pengaku yang dapat digunakan untuk meredam goyangan pada bangunan akibat beban lateral. Dinding geser berfungsi juga sebagai pereduksi struktur balok dan kolom terhadap gaya lateral yang diterima atau yang bekerja pada struktur tersebut. Dinding geser berfungsi sebagai kekuatan dan kekakuan yang memiliki massanya sendiri. Dengan adanya gaya gempa atau gaya lateral yang terjadi pada suatu struktur bangunan yang memiliki ketidakberaturan horizontal akan menimbul masalah-masalah pada suatu struktur bangunan, salah satunya akan menimbulkan simpangan dan torsional pada bangunan tersebut. Besarnya simpangan yang akan ditinjau, bergantung pada penempatan dinding geser dan penempatan void. Pada penelitian ini akan dicoba dinding geser dengan penempatan yang simetris, dan void atau bukaan pada plat lantai yang akan divariasikan, terhadap tempat dan ukurannya brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by JURNAL SIPIL STATIK