PARAHITA : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, Vol 3(1), 2022, 1-7 1 Membentuk Reputasi Ekonomi Kreatif Desa Menari melalui Storytelling Omah Cikal Desa Ngrawan – Jawa Tengah https://doi.org/10.25008/parahita.v3i1.73 Heni Indrayani 1 , Candra Yudha Satriya 1 , Rahmawati Zulfiningrum 1 1 Universitas Dian Nuswantoro Jl. Imam Bonjol No. 207 Semarang – Indonesia Email Korespondensi: heni.indrayani@dsn.dinus.ac.id Abstract Menari Village has cultural and creative economic potential which is integrated into three conservations, such as conservation of community arts, conservation of past traditions and conservation of farmers and breeders. Its mission to accordance with the concept of the “Desa Menari” (Spreading Harmony, knitting Inspiration and Reaping Memories). In 2018, Menari village was visited by 1500 to 2000 visitors with an income of IDR 100 million to IDR 260 million. However, conditions in 2020 experienced a drastic decline in the tourism sector due to the Covid 19 pandemic, because they were unable to receive tourist visits. In fact, to grow the productivity of the people of Menari Village, they sell local products when there are tourist visits. Creative economy marketing is also carried out in the Salatiga Rest Area, but it is still empty of visitors because the rest area has just started operating. In addition to marketing problems, there is also the issue of technology adoption which is still low in involvement with followers of Omah Cikal's social media account. Basically content is the key to being able to attract interaction and communicate online. With reduced face-to-face situations, the Tourism Awareness Group (Pokdarwis) of Menari Village through omah cikal can still educate and shape the reputation of its local culture by building digital narratives to reach a wider audience. The reputation of the creative economy can be formed using storytelling that is built on its "own media" on the official social media account of Menari Village. So it is necessary to serve community partnerships to provide training on Public Relations activities with a storytelling approach. The proposed skill is the digitization of Dancing Village which includes digital content management and storytelling narrative creation. Keywords: Dancing Village, Storytelling, Tourism Awareness Group, Omah Cikal, Creative Economy Abstrak Desa Menari memiliki potensi budaya dan ekonomi kreatif yang terintergrasi dalam tiga konservasi, yaitu konservasi kesenian masyarakat, konservasi dolanan tradisi masa lalu dan konservasi petani peternak. Misinya adalah sesuai dengan konsep Desa Menari (Menebar Harmoni, merajut Inspirasi dan Menuai Memori). Di tahun 2018, Desa Menari dikunjungi 1500 hingga 2000 pengunjung dengan pemasukan Rp 100 juta hingga Rp 260 juta. Namun, kondisi di tahun 2020 mengalami penurunan drastis dalam sektor pariwisata akibat pandemi Covid 19, karena belum bisa menerima kunjungan wisatawan. Padahal untuk menumbuhkan produktivitas masyarakat Desa Menari, mereka menjual hasil ekonomi kreatif di Pasar Rakyat ketika ada kunjungan wisatawan. Pemasaran ekonomi kreatif juga dilakukan di Rest Area Salatiga namun juga masih sepi pengunjung karena rest area baru beroperasi. Selain permasalahan pemasaran, adapula persoalan adopsi teknologi yang masih rendah keterlibatan dengan pengikut akun media social Omah Cikal. Pada dasarnya konten menjadi kunci untuk bisa menarik interaksi dan berkomunikasi secara online. Dengan situasi tatap muka yang dikurangi, maka Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Menari melalui omah cikal tetap bisa mengedukasi dan membentuk reputasi kebudayaan lokal nya dengan cara membangun narasi digital agar jangkauan audiens lebih luas. Reputasi ekonomi kreatif dapat dibentuk menggunakan tutur cerita yang dibangun di“own media”nya di akun media sosial resmi Desa Menari. Maka diperlukan pengabdian kemitraan masyarakat untuk memberikan pelatihan aktivitas Public Relations dengan pendekatan storytelling. Ketrampilan yang diusulkan adalah digitalisasi Desa Menari yang meliputi pengelolaan konten digital dan pembuatan narasi storytelling. Kata kunci : Desa Menari, Storytelling, Kelompok Sadar Wisata, Omah Cikal, Ekonomi Kreatif