127 JKGT VOL. 4, NO.2, Desember (2022) 127-130, DOI : 10.25105/jkgt.v4i2.15664 (Laporan Penelitian) Gambaran pengetahuan mahasiswa mengenai perbedaan efektivitas clear aligner dengan ortodonti cekat (Kajian pada Mahasiswa FKG USAKTI angkatan 2019) Adinda Disa Murbarani 1 , Himawan Halim 2 1 Program Sarjana Kedokteran gigi, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Trisakti 2 Departemen Ortodonsia, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Trisakti Jl Kyai Tapa, Grogol No. 260, Grogol, Grogol Petamburan, Jakarta 11440. Telepon: (021) 5655786, Email : himawan@trisakti.ac.id ABSTRACT Background: The high popularity of orthodontics appliances, such as fixed orthodontics (braces) and clear aligners coincides with the demand of increasing ones’ appearance in society whilst maintaining aesthetic. Objective: To obtain a picture of the understanding that Trisakti University second-year dental students have, regarding the differences in the effectiveness of clear aligner and fixed orthodontics treatment based on prior knowledge. Method: Descriptive observational research together with cross sectional research. This research was conducted with 108 respondents from Trisakti University second-year dental students, using a questionnaire. The author distributes the questionnaire and informed consent in the form of google form, respondents were given 20 minutes to fill out the questions provided. The data is presented in frequency distribution table. Results: From 108 respondents, 90 students (83.3%) had a good level of knowledge about the differences between clear aligner and orthodontic fixed appliance, 15 other students had minimum knowledge, and 3 other students had poor knowledge. When viewed seperately, there are 72 students (66.7%) who have a good level of knowledge in clear aligners, and 84 students (77.8%) who have a good level of knowledge in orthodontic fixed appliance. Conclusion: Trisakti University second-year dental students understood the difference in the effectiveness of clear aligners and fixed appliances based on good prior knowledge of 83.3%. When compared, the understanding of the Trisakti University second-year dental students regarding fixed appliance (77.8%) tends to be better than clear aligners (66.7%). Keywords: Orthodontics, Braces, Clear Aligner, Knowledge Level PENDAHULUAN Prevalensi masalah kesehatan gigi dan mulut di Indonesia berdasarkan RISKESDAS 2018 masih tergolong cukup tinggi yaitu sebesar 57,6% dan hanya 20,2% yang dirawat oleh tenaga medis.1 Maloklusi menjadi salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut di Indonesia yang memiliki prevalensi tertinggi mencapai 80%.2 Maloklusi dapat didefinisikan sebagai suatu kelainan pada hubungan rahang yang dengan anomali pada posisi gigi, jumlah gigi, bentuk gigi, dan posisi perkembangan gigi di luar batas normal.3 Beberapa penelitian menunjukan bahwa maloklusi dapat disebabkan oleh beberapa faktor lingkungan, seperti kebiasaan cara makan, penggunaan dot, kebiasaan mengisap jari, penyapihan dini, dan kebiasaan mengkonsumsi makanan dengan tekstur lunak.4 Penilaian maloklusi berkaitan dengan kebutuhan perawatan ortodonti dengan tujuan untuk mendapatkan susunan gigi yang teratur dan kontak oklusi yang lebih baik sehingga tercapainya oklusi, fungsi mastikasi, dan fungsi estetika yang optimal.5 Tingginya prevalensi maloklusi di Indonesia mengakibatkan tingginya kebutuhan perawatan ortodonti.6 Tingginya kebutuhan perawatan ortodonti dengan banyaknya prevalensi maloklusi memberikan dampak yang negatif bagi seseorang dalam kehidupan sosial dan keadaan psikologik.7 Pasien menginginkan perawatan ortodontik untuk meningkatkan penampilan, memperbaiki fungsi mastikasi, meningkatkan kualitas hidup dan kepercayaan diri, sehingga saat ini motivasi utama pada pasien dewasa muda dalam mendapatkan perawatan ortodontik yaitu meningkatkan penampilan dengan mementingkan estetika.8 Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah pasien dewasa semakin meningkat diikuti dengan meningkatnya keinginan untuk mendapatkan perawatan ortodonti yang lebih nyaman dan lebih baik secara estetika dibandingkan dengan perawatan ortodonti konvensional.9 Perawatan dengan piranti ortodonti cekat atau konvensional dianggap memiliki tampilan yang kurang menarik, rasa ketidaknyamanan, dan rasa sakit selama perawatan.8 Faktor-faktor tersebut menjadi latar belakang diperkenalkannya clear aligner treatment sebagai salah satu alternatif perawatan ortodonti.9 Awalnya clear aligner diperkenalkan hanya sebagai perawatan untuk memperbaiki penyimpangan minor pada posisi gigi. Beberapa aligner tetap terbatas pada koreksi penyimpangan minor, namun tidak sedikit yang menggunakan clear aligner sebagai perawatan maloklusi kompleks. Bukti klinis dari publikasi atau penelitian yang ada kurang mendukung klaim bahwa clear aligner dapat digunakan sebagai perawatan maloklusi kompleks. Saat ini banyak sistem clear aligner yang dipasarkan ke masyarakat secara langsung atau melalui media sosial bahkan tanpa intervensi dari dokter gigi selama proses perawatan tersebut.10 Tingginya keinginan masyarakat karena banyaknya informasi yang marak di media sosial mengenai perbedaan dalam perawatan dengan piranti ortodonti cekat dengan clear aligner, menimbulkan banyak pertanyaan mengenai perbedaan dari kedua perawatan tersebut. Berdasarkan penelitian, piranti ortodonti cekat dan clear aligner memiliki perbedaan yang signifikan dalam estetika.11