TASLIAH ET AL.: KETAHANAN GALUR-GALUR PADI Pup1 TERHADAP PENYAKIT BLAS 29 Ketahanan Galur-Galur Padi Pup1 terhadap Penyakit Blas Tasliah, Joko Prasetiyono, Tintin Suhartini, dan Ida Hanarida Soemantri Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian Jln. Tentara Pelajar 3A, Bogor 16111 Email: tasliah1@yahoo.co.id Naskah diterima 14 Maret 2014 dan disetujui diterbitkan 19 September 2014 ABSTRACT. Resistance of Pup1 Rice (Oryza sativa Lin.) Lines to Blast Disease. Blast is one of major disease on the upland rice in Indonesia. Upland rice lines derived from Kasalath and NIL- C443 crosses, containing Pup1 gen locus had been developed and evaluated for P fertilizer efficiency. Those lines would be evaluated for blast resistance, due to the fact that Pup1 locus contains genes involved in plant defend mechanism to disease, including blast disease. The BC 2 F 5 plants derived from six crosses (DK, DN, SK, SN, BK, BN) were used in this research. Responses to blast disease in the green house were evaluated at ICABIOGRAD Bogor from March to April 2011, using combination of three blast races (race 173, 033, and 133). The response to blast disease in the field was evaluated at Taman Bogo Research Station, Lampung, and at farmer’s field in Cikeusal Village, Banten, from January to April 2011. Molecular analysis to trace Pup1 gene locus was conducted at the Molecular Biology Laboratory, using specific primer K20-2, from January to August 2013. Based on the molecular analysis all Pup1 lines showed homozygoes alleles, except the heterozygoes alleles on SK7, SK8, SK15, SK16, BN8 line, which were then not included in the next planting. The responses to blast at greenhouse among lines varied, but the Pup1 lines were mostly at level of moderate resistan (AT). Based on the result from the field experiment, most of Pup1 lines were resistance, however the susceptible check plant (Kencana Bali) did not show blast fungus infection. Differences of the result might be due to the blast testing at the green house which was more favorable for blast fungal growth. The effect of Pup1 gene locus showed clearly on resistance of plants obtained from Situ Bagendit cross, where Situ Bagendit was susceptible and does not contain the Pup1 locus. Additional of Pup1 locus in Situ Bagendit genome had increased the degree of resistant to blast. Keywords: Rice, BC 2 F 5 , Pup1, blast disease. ABSTRAK. Penyakit blas merupakan penyakit utama padi gogo di Indonesia. Galur-galur padi gogo hasil persilangan dengan Kasalath dan NIL-C443 yang mengandung lokus Pup1 telah dihasilkan dan telah diteliti pengaruhnya terhadap pemupukan P. Galur tersebut perlu diteliti ketahanannya terhadap serangan blas, karena di dalam lokus Pup1 diketahui mengandung gen-gen yang terlibat dalam mekanisme pertahanan tanaman terhadap penyakit termasuk blas. Tanaman BC 2 F 5 dari enam persilangan (DK, DN, SK, SN, BK, BN) digunakan dalam penelitian ini. Evaluasi penyakit blas di rumah kaca dilakukan di BB Biogen pada Maret-April 2011 menggunakan campuran tiga ras blas (ras 173, 033, and 133). Evaluasi penyakit blas di lapangan dilakukan di KP Taman Bogo, Lampung, dan di lahan petani di Desa Cikeusal, Banten, pada Januari-April 2011. Analisis molekuler untuk mengetahui keberadaan lokus Pup1 dilakukan di Laboratorium Biologi Molekuler BB Biogen, menggunakan primer spesifik K20-2 pada Januari-Agustus 2013. Hasil analisis molekuler menunjukkan semua galur Pup1 memiliki alel homozigot, kecuali alel heterozigot pada SK7, SK8, SK15, SK16, BN8. Galur-galur tersebut tidak dapat digunakan dalam penelitian selanjutnya. Pengujian blas di rumah kaca memberikan hasil yang beragam, namun sebagian besar galur yang mengandung Pup1 bereaksi agak tahan. Hasil penelitian di lapangan, menunjukkan sebagian besar galur Pup1 bereaksi tahan terhadap blas, namun tanaman pembanding rentan (Kencana Bali) tidak menunjukkan gejala infeksi jamur blas. Percobaan di rumah kaca dinilai dalam kondisi optimal untuk pertumbuhan jamur blas. Pengaruh lokus Pup1 terlihat jelas terhadap ketahanan blas pada persilangan dengan tetua Situ Bagendit yang tidak mengandung lokus Pup1. Penambahan lokus Pup1 pada genom Situ Bagendit meningkatkan ketahanan terhadap penyakit blas. Kata kunci: Padi, BC 2 F 5 , Pup1, penyakit blas. B las yang disebabkan oleh cendawan Pyricularia oryzae merupakan salah satu penyakit penting tanaman padi, baik padi gogo maupun padi sawah. Penyakit blas sudah banyak dilaporkan, baik di Indonesia ataupun di negara lain di areal pertanaman padi. Kerugian yang disebabkan oleh penyakit blas cukup tinggi apabila tanaman padi terinfeksi blas leher (neck blast). Data Direktorat Jenderal Perlindungan Tanaman Pangan (2010) menunjukkan penularan blas di Indonesia pada tahun 2009 mencapai 19.629 ha (0,15%) dari total 12,88 juta ha area pertanaman padi. Intensitas penularan blas di lapangan dipengaruhi oleh faktor cuaca dan kondisi tanaman. Tanaman yang lemah, misalnya dengan aplikasi pupuk N yang berlebihan, mudah terinfeksi blas (Dordas 2008). Tanaman yang memiliki figur kuat akan tahan terhadap blas. Salah satu unsur hara yang mempengaruhi ketahanan tanaman terhadap penyakit (termasuk blas) adalah silikat (Romero et al. 2011). Lignin juga dapat mempengaruhi ketahanan tanaman terhadap penyakit dengan mempengaruhi perekatan penyusun komponen lain dalam batang tumbuhan. Protein atau enzim yang terlibat dalam biosintesis lignin adalah dirigent protein, yang berperan penting dalam salah satu jalur biosintesis lignin (Bhuiyan et al. 2009, Davin and Lewis 2000). Lokus Pup1 (P uptake 1) adalah salah satu lokus di dalam kromosom padi varietas lokal kelompok aus, yakni varietas Kasalath yang terletak pada kromosom 12. Posisi