133 Terbit online pada laman web jurnal http://ejournal2.pnp.ac.id/index.php/jtm JURNAL Teknik Mesin Vol. 15 No. 2 (2022) 133 - 139 ISSN Media Elektronik: 2655-5670 Studi Analisis Pengaruh Temperatur Terhadap Ketebalan Pada Proses Pengeringan Ubi Gaplek Roni Novison 1 , Ozi Alvindo 2 1,2 Jurusan Teknologi Industri,Program Studi Teknik Mesin, Politeknik Caltex Riau 1 roni@pcr.ac.id 2 ozialvindosinaga@alumni.pcr.ac.id Abstract This analytical study aims to determine the effect of temperature on the thickness of cassava pieces. This test has 3 parameters, namely 3 variations in the thickness of cassava pieces (3 mm, 4 mm, 5 mm), 3 variations in drying temperature (40 °C, 60 °C, 80 °C), and 3 variations in drying time (120 minutes, 240 minutes and 360 minutes) using a dry cassava cassava oven and using a heat source from 2 heaters with a power of 800 Watt. The Drying Oven used has 3 shelves, each rack has a capacity of 5.76 kg in one drying. This research shows that the best parameters for drying cassava with a capacity of 500 g are 3 mm, 80 °C, 240 minutes and the second parameter is 3 mm, 60 °C, 360 minutes. The results of the parameters of 3 mm, 80 °C, 240 minutes with an initial weight of 500 gr using a heater were able to make the initial water content of sweet potatoes from 32.175% to 6.708%. The results of the thickness parameters of 3 mm, 60 °C, 360 minutes using a heater were able to make the initial water content of sweet potatoes from 32.175% to 7.20%. The results of the parameters 3 mm, 60 °C, 360 minutes were able to make the initial water content of sweet potatoes from 32.175% to 5.23%. The Taguchi method was used for the experiment. The results of this study indicate that during the drying process the air changes process, and changes in weight on the sweet potato pieces. The higher the temperature and the longer the drying time, the lower the water content along with the increase in cassava pieces. Keywords: Moisture content, shrinkage, heater, gas stove, cassava slices, drying. Abstrak Studi analisis ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur terhadap ketebalan irisan ubi kayu. Pengujian ini terdapat 3 parameter yaitu 3 variasi ketebalan irisan ubi kayu (3 mm, 4 mm, dan 5 mm), 3 Variasi suhu pengeringan (40 °C, 60 °C, dan 80 °C), dan 3 variasi lama waktu pengeringan (120 menit, 240 menit dan 360 menit) menggunakan oven pengering ubi gaplek dan menggunakan sumber panas dari 2 heater dengan daya 800 watt. Oven pengering yang digunakan memiliki 3 rak, setiap rak memiliki kapasitas 5,76 kg dalam sekali penegeringan. Dari penelitian ini menununjukkan bahwa parameter terbaik dalam pengeringan ubi gaplek kapasitas 500 gr adalah 3 mm, 80 °C , 240 menit dan parameter yang kedua adalah 3 mm, 60 °C, 360 menit. Hasil dari parameter 3 mm, 80 °C, 240 menit dengan berat awal 500 gr menggunakan heater adalah dapat membuat kadar air awal ubi dari 32,175% menjadi 6,708%. Hasil dari parameter ketebalan 3 mm, 60 °C, 360 menit menggunakan heater adalah dapat membuat kadar air awal ubi dari 32,175% menjadi 7,20%. Hasil dari parameter 3 mm, 60 °C, 360 menit adalah dapat membuat kadar air awal ubi dari 32,175% menjadi 5,23%. Metode Taguchi digunakan untuk menyederhanakan percobaan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa selama proses pengeringan terjadi proses perubahan kadar air, dan penyusutan berat pada irisan ubi. Semakin tinggi suhu dan semakin lama waktu pengeringan maka penurunan kadar air seiring dengan penyusutan berat irisan ubi kayu. Kata Kunci: Kadar air, Penyusutan, Heater, Irisan ubi kayu, Pengeringan.