Penerapan Konsep Arsitektur Hijau pada Bangunan Pusat Penelitian dan Pengembang Tanaman Herbal di Lembang Bandung Risyda Afifah, Anisa, Luqmanul Hakim 93 PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR HIJAU PADA BANGUNAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TANAMAN HERBAL DI LEMBANG BANDUNG Risyda Afifah 1 , Anisa 1 , Luqmanul Hakim 1 1 Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta risydaa@gmail.com anisa@ftumj.ac.id hkeem_mn@yahoo.com ABSTRAK. Herbal adalah tumbuhan yang mempunyai nilai lebih dalam pengobatan. Indonesia mempunyai kekayaan hayati yang sangat luarbiasa terhadap tanaman herbal. Tetapi potensi tanaman herbal masih belum digali terutama pada tanaman herbal asli Indonesia. Karena hal itu maka akan direncanakan Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Herbal yang berlokasi di Lembang Bandung. Lembang dipilih menjadi lokasi karena merupakan salah satu kota yang suhunya rendah, kondisi tanah yang subur dan berada di daratan tinggi yang cocok untuk tanaman herbal. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Herbal ini akan menerapkan konsep arsitektur hijau agar tidak merusak lingkungan sekitar. Kata Kunci: arsitektur hijau, lembang, penelitian dan pengembangan, tanaman herbal ABSTRACT. Herbs is plant has value more in medicine. Indonesia has biological wealth very unbelievable against plant herbs. But the potential plants herbs still not excavated especially in plants herbs native country. Because it will be planned Research and Herbs Development Centre in Lembang Bandung. Lembang was selected as the site because it is one of the low temperature, fertile soil conditions and being on upland suitable for the herbs plants. The Research and Herbs Development Centre it will apply the concept of green architecture does not undermine the environment. Keywords: green architecture, herbs, lembang, research and development PENDAHULUAN Tanaman herbal atau yang bisa disebut juga sebagai tanaman obat dan dikenal sebagai salah satu bentuk pengobatan alternatif. Setelah munculnya pengobatan modern tanaman obat tidak digunakan lagi atau tidak lagi dikenali oleh masyarakat. Padahal Indonesia mempunyai kekayaan hayati yang sangat melimpah dengan mempunyai 30.000 lebih jenis tanaman obat yang tumbuh (Aserani, 2010). Karena hal tersebut maka masih banyak potensi dari tanaman obat yang belum digali dalam tanaman obat yang belum digali dalam penelitian dan pengembangan tanaman herbal terutama yang merupakan produk asli Indonesia. Berdasarkan uraian di atas maka akan direncanakan dan dirancang pusat penelitian dan pengembangan tanaman herbal yang berfungsi untuk para peneliti meneliti tanaman herbal yang kemudian hasil penelitiannya dikembangkan agar bisa dikonsumsi oleh masyarakat. Lokasi yang direncanakan untuk pusat penelitian dan pengembangan tanaman herbal adalah di Lembang Bandung. Karena Lembang merupakan salah satu kota yang suhunya rendah, tanahnya subur, dan berada di daratan tinggi yang cocok untuk penelitian dan pengembangan tanaman herbal. Konsep yang diterapkan untuk pusat penelitian dan pengembangan tanaman herbal adalah arsitektur hijau karena arsitektur hijau adalah arsitektur yang meminimalkan penggunaan sumber dayaa alam dan pusat penelitian dan pengembangan tanaman herbal berhubungan dengan alam. TUJUAN Membuat Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Herbal yang menerapkan konsep arsitektur hijau di Lembang Bandung. METODE Metode yang digunakan untuk penerapan konsep arsitektur hijau pada bangunan pusat penelitian dan pengembangan tanaman herbal di Lembang Bandung yaitu, pengumpulan data, analisis data dan penyusunan konsep. Pengumpulan data dilakukan dengan cara kajian literatur dan tinjauan lapangan. Kajian literatur dilakukan dengan cara membaca buku, jurnal, majalah, internet, dan mengikuti seminar. Kajian literatur juga dilakukan setelah tinjauan lapangan untuk mencari penunjang data-data yang kita belum temukan di lapangan. Sedangkan tinjauan lapangan dengan mengunjungi lokasi dan wawancara untuk mendapatkan data dengan menyatat, mensketsa, dan memotret. Analisis data dengan cara mempunyai dua alternatif atau lebih agar bisa dibandingkan, kemudian melakukan penilaian dengan menetapkan kriteria terlebih dahulu, setelah itu membuat kesimpulan dari hasil analisis. Penyusunan konsep adalah hasil dari analisis data yang akan diinterpretasi dan disimpulkan sehingga dapat dilakukan penyusunan konsep.