http://journals.ums.ac.id/index.php/KLS REALISASI KESANTUNAN BERBAHASA DAN CITRA RAHMATAN LIL ALAMIN PADA WACANA KHOTBAH JUMAT: STUDI PRAGMATIK Abdul Mukhlis 1) , M. Alghifary 2 , Heru Susanto 3) 1 Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan email: abdul.mukhlis@uingusdur.ac.id 2 Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan 3 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, STKIP Singkawang DOI: 10.23917/kls.v7i2.17901 Received: March 26 st , 2022. Revised: May 27 th , 2022. Accepted: December 12 th , 2022 Available Online: December 26 th , 2022. Published Regularly: December 31 st , 2022 Abstract The discourse of Friday sermons produced by the preachers is always interesting to study. The discourse has a pragmatic power that can influence the congregation to behave and act, both positive or negative though. Based on that, this study has two objectives, (1) to find out and describe the pattern of realization of language politeness that appears in the Friday sermon discourse at mosques affiliated with Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, and Al-Irsyad mass organizations, (2) to reveal the implications between Friday sermon politeness and the character of Islam which is rahmatan lil 'alamin. This research is descriptive qualitative research using a pragmatic theory approach and Geoffrey Leech's language politeness device. The results of this study include (1) the maxim of politeness data used by the preacher in Friday sermon discourses in three mosques, among others, using the maxims of wisdom, generosity, praise, sympathy, consideration, and agreement. (2) The image of Islam that is Rahmatan Lil Alamin in this research is reflected through polite utterances that are persuasive towards goodness. The character of Islam Rahmatan Lil Alamin that is found and realized in the polite speech includes, among other things, a fair, moderate attitude, and mutual love for fellow human beings. Keywords: language politeness, sermon discourse, pragmatic, Rahmatan Lil Alamin Abstrak Wacana khotbah Jumat yang diproduksi para khatib selalu menarik untuk dikaji. Wacana tersebut, memiliki daya pragmatik yang bisa mempengaruhi jemaah untuk bersikap dan bertindak, baik positif maupun negatif sekalipun. Berdasarkan hal itu, penelitian ini memiliki dua tujuan, (1) untuk mengetahui dan mendeskripsikan pola realisasi kesantunan berbahasa yang muncul dalam wacana khotbah Jumat di masjid yang berafiliasi dengan ormas Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan Al-Irsyad, (2) untuk mengungkap implikasi antara kesantunan berbahasa khotbah Jumat dengan karakter Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang sifatnya deskriptif dengan menggunakan pendekatan teori pragmatik dan perangkat kesantunan berbahasa milik Geoffrey Leech. Hasil dari penelitian ini antara lain (1) data maksim kesantunan yang digunakan oleh khatib pada wacana khotbah Jumat di tiga masjid antara lain memanfaatkan maksim kearifan, kedermawanan, pujian, kesimpatian, petimbangan, dan kesepakatan. (2) Citra Islam yang Rahmatan Lil Alamin dalam riset ini