Analisis Konstruksi .., Maya Saridewi Pascanawaty (1) , Agustini Ernawati (2) , Titik Wahyuningsih (3) Media Ilmiah Teknik Sipil, Volume 10, Nomor 1, Desember 2021: 30-40 30 ANALISIS KONSTRUKSI BANGUNAN BERTINGKAT TERHADAP BEBAN GEMPA SNI-03-1726-2019 DENGAN INFILLED FRAME CONSTRUCTION ANALYSIS OF BUILDING AGAINST EARTHQUAKE LOAD SNI-03-1726-2019 WITH INFILLED FRAME Maya Saridewi Pascanawaty *1 , Agustini Ernawati 2 , Titik Wahyuningsih 3 1,2,3 Teknik Sipil Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Mataram Korespondensi: mayasardepa@gmail.com ABSTRAK Batu bata merah merupakan salah satu material yang masih cukup banyak digunakan dalam praktek konstruksi, karena cukup mudah mendapatkannya dan harganya relatif murah. Dinding pasangan bata merah merupakan pasangan yang terdiri dari bahan pengikat (mortar) dan bahan pengisi (bata merah) dikenal dengan nama masonry. Masonry umumnya memberikan konstruksi yang tahan lama, dimana bahan pembentuknya, kualitas mortar, dan cara pengerjaan sangat mempengaruhi ketahanan konstruksi dinding secara keseluruhan. Pemasangan dinding pengisi mengakibatkan struktur menjadi lebih kaku, yang terkadang dapat menyebabkan terjadinya perilaku keruntuhan yang berbeda antara struktur tanpa dinding pengisi dan struktur dengan dinding pengisi. Hal yang demikian mempengaruhi juga kapasitas dan daktilitas struktur secara keseluruhan. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi dinding pengisi dengan kerangka sangat efektif meningkatkan kekuatan, kekakuan, dan kinerja struktur dalam menahan beban lateral akibat gempa. Penelitian ini mengambil contoh gedung 4 (empat) lantai. Analisa dilakukan dengan memodel dinding pada aplikasi software SAP2000, dimana model struktur tersebut antara lain: Model I sepenuhnya menggunakan frame element, Model II merupakan struktur yang dimodel dengan mengikut sertakan dinding pengisi tanpa plesteran sebagai shell element, Model III merupakan struktur yang dimodel menggunakan dinding pengisi dengan perkuatan plesteran sebagai shell element, dan Model IV merupakan struktur yang dimodel menggunakan dinding pengisi dengan perkuatan plesteran dan kawat loket sebagai shell element. Parameter pembanding dalam penelitian ini adalah kekuatan struktur dan deformasi. Berdasarkan hasil analisa, Model II, 90 % lebih kaku dibandingkan dengan struktur rangka terbuka (open frame) Model I; sedangkan Model III, 92 % lebih kaku dibandingkan dengan Model I; dan Model IV, 97 % lebih kaku dibandingkan dengan Model I yang jika ditinjau dari akibat beban gempa arah X. Jika ditinjau dari akibat beban gempa arah Y, rangka struktur dengan dinding pengisi (infilled frame) untuk Model II, 88 % lebih kaku dibandingkan dengan struktur rangka terbuka (open frame) Model I; sedangkan Model III, 91 % lebih kaku dibandingkan dengan Model I; dan Model IV, 99 % lebih kaku dibandingkan dengan Model I. Nilai momen dan gaya lintang Model II, Model III, Model IV lebih kecil dibandingkan dengan Model I baik ditinjau akibat beban gempa arah X maupun akibat beban gempa arah Y. Tegangan yang terjadi pada dinding pengisi Model II lebih besar dibandingkan dengan Model IV dan Model III jika ditinjau akibat beban gempa arah X maupun ditinjau akibat beban gempa arah Y. Dari segi keamanan, struktur gedung bertingkat yang menggunakan dinding pengisi jauh lebih aman dan lebih kaku dibandingkan dengan struktur rangka terbuka dan sangat memenuhi syarat untuk digunakan pada daerah yang beresiko gempa tinggi. Kata Kunci: masonry, infilled frame, kekakuan MEDIA ILMIAH TEKNIK SIPIL Volume 10 Nomor 1 Desember 2021 Hal. 30-40