PROFIL ASAM AMINO DAN ASAM LEMAK PADA TERIPANG PASIR (HOLOTHURIA SCABRA) OLAHAN BELITUNG Sherly Ridhowati (sherlyridhowati@gmail.com) Teknologi Hasil Perikanan Universitas Sriwijaya Asnani Teknologi Hasil Perikanan Universitas Haluoleo ABSTRACT Holothuria scabra is potentially marine resource and has an economic value. The research aim was: measuring the amino acid and fatty acids of two kinds of sandfish treatments for food. This research used two types of sea cucumber, sandfish A (smoked and dried) and sandfish B (dried). Both of these sandfish had a different profile of total amino acids and fatty acids. Sandfish A has a total amino acid of 40,64% (w / w) and fatty acid by 15,72% (w / w), while sandfish amino acid B has a total of 32,41% (w / w) and fatty acids by 11,52% (w / w). In terms of the composition of amino acids and fatty acids both types of sandfish have a potential as a functional food. Keywords: amino acid, fatty acid, Holothuria scabra ABSTRAK Teripang pasir Holothuria scabra merupakan sumber daya laut potensial dan bernilai ekonomis. Tujuan penelitian adalah mengukur komposisi asam amino dan asam lemak pada A. Teripang yang diasap dan dikeringkan dan B. Teripang yang hanya dikeringkan. ini menggunakan dua jenis teripang, yaitu teripang A (diasapkan dan dikeringkan) dan teripang B (dikeringkan). Kedua teripang ini memiliki profil komposisi asam amino total dan asam lemak yang berbeda. Teripang A memiliki total asam amino sebesar 40,64% (b/b) dan asam lemak sebesar 15,72% (b/b), sedangkan teripang B memiliki asam amino total 32,41% (b/b) dan asam lemak sebesar 11,52% (b/b). Dari segi komposisi asam amino dan asam lemak kedua jenis teripang maka teripang A dan B berpotensi sebagai pangan fungsional. Kata kunci: asam amino, asam lemak, Holothuria scabra Kepulauan Belitung kaya akan sumber daya laut, yaitu teripang pasir atau ilmiahnya Holothuria scabra. Teripang merupakan sumber daya laut yang potensial dan bernilai ekonomis tinggi, namun pemanfaatan teripang di Belitung belum maksimal. Hal ini dkarenakan teripang memiliki nilai estetika yang rendah dilihat dari bentuk fisiknya terkesan menjijikkan dan harga jual yang tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan protein teripang dalam kondisi basah adalah 44-55% (Dewi 2008) dan pada kondisi kering adalah 82% (Martoyo et al. 2007). Protein teripang yang cukup tinggi ini menunjukkan bahwa teripang memiliki nilai gizi yang baik sebagai makanan. Protein pada teripang mempunyai asam amino yang lengkap, baik asam amino essensial maupun asam amino non essensial. Kadar protein yang cukup besar memberikan nilai gizi yang